Pembebasan Lahan untuk Stasiun Kedundang Baru Sebatas Uji Publik

Kondisi Stasiun Kedundang, Temon. - JIBI/Dokumen
17 Juni 2019 07:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembebasan lahan untuk pembangunan rel kereta api jalur Stasiun Kedundang sampai Yogyakarta International Airport (YIA) masih sebatas uji publik. Warga terdampak berharap harga ganti rugi yang setimpal.

Kepala Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Harjono, menuturkan belum mengetahui tindak lanjut pembebasan lahan warga terdampak pembangunan jalur rel kereta selepas adanya uji publik. Terakhir uji publik dilakukan di Desa Kaligintung sebagai salah satu desa terdampak pada akhir April.

“Menyebar 200 undangan kepada warga [Kaligintung] untuk ikuti uji publik,” paparnya, Jumat (16/6). Namun, setelah itu Harjono belum mendapatkan lagi informasi. Langkah setelah uji publik akan ada pengurusan izin penetapan lokasi (IPL).

Setelah uji publik dilakukan, ia mendapatkan estimasi rincian bangunan dan tanah di Kaligintung yang terdampak pembanguna rel kereta dari Stasiun Kedundang sampai YIA. “Ada 11 rumah dan 140 bidang tanah,” ujar Harjono.

Tidak hanya lahan milik warga, sebagian tanah desa di Kaligintung pun terkena dampak. Selain Kaligintung, Desa Glagah pun terkena dampak. Ada 11 rumah dan 188 bidang tanah yang kemungkinan akan digusur.

Salah satu warga di Dusun Siwates, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, yang rumahnya terkena dampak, Suwarni, berharap setelah bangunannya digusur, ada uang ganti rugi yang setimpal sebagai dana untuk membuat rumah lagi.

Ia mengaku sudah mengikuti uji publik pada akhir April lalu. Dari uji publik itu diketahui rumah dan pekarangan rumahnya masuk area terdampak. Setelah uji publik itu, belum ada lagi informasi mengenai pembebasan lahan termasuk harga ganti rugi dari pembebasan lahan tersebut.