Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi./Twitter-BPPTKG DIY
Harianjogja.com, JOGJA-- Gunung Merapi kembali mengeluarkan wedhus gembel atau awan panas pada Kamis (20/6/2019) pagi. Jarak luncurnya mencapai 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan guguran awan panas tersebut terjadi pukul 09.17 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 120 detik. "Jarak luncur 1200 meter ke arah hulu Kali Gendol," katanya, Kamis (20/6/2019).
Sebelumnya, Merapi juga mengeluarkan guguran awan panas pada Senin (17/6) lalu pukul 17.33 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 105 detik. Jarak luncur 1000 m ke arah hulu Kali Gendol. Artinya ini kejadian awan panas kedua kalinya terjadi dalam empat hari terakhir.
Saat ini, kata Hanik, luncurkan awan panas masih berada pada jarak aman yang ditetapkan BPPTKG Jogja sejauh 3 kilometer atau rata-rata luncuran masih 1 kilometer dari puncak.
"Kalaupun skenario terburuknya jika terjadi erupsi besar saat ini, dengan volume kubah lava yang saat ini mencapai 457.000 meter kubik, maka lontaran awan panas paling jauh sekitar 3,2 kilometer," kata Hanik.
Meski begitu, letusan besar ini masih kecil kemungkinannya terjadi. Berdasarkan historical Merapi, erupsi yang terjadi akan bersifat efusif atau lelehan. Hingga kini BPPTKG belum mengubah rekomendasi jarak aman di mana radius 3 kilometer dari puncak harus bersih dari aktivitas warga.
"Meskipun erupsi dengan sifat lelehan lava pijar masih terjadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Fenomena itu bahkan bisa menjadi objek wisata," katany
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.