Disnakertrans Gunungkidul Wacanakan Revitalisasi Balai Latihan Kerja

Seorang pengendara melintas di depan gedung BLK di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan
23 Juni 2019 20:32 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul berencana merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Kebijakan ini dilakukan untuk mengotimalkan peran BLK dalam menyambut Revolusi Industri 4.0.

Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya, mengatakan upaya revitalisasi merupakan program nasional untuk memaksimalkan pelatihan bagi calon tenaga kerja. Hingga saat ini program revitalisasi dilaksanakan di BLK Bandung, Jawa Barat, dan Medan, Sumatra Utara. “Kami juga ingin merevitalisasi BLK sehingga peran dalam penyiapan tenaga kerja bisa lebih maksimal,” kata Purnamajaya kepada wartawan, Minggu (23/6/2019).

Dia menjelaskan di dalam program revitalisasi ada tiga program yang disasar dan dikenal dengan 3R, yakni revitalisasi, reorientasi dan rebranding. Menurut Purnamajaya upaya memaksimalkan peran dari BLK, tidak hanya menyasar pada gedung tempat pelatihan, namun juga ada upaya mendesain ulang program agar keberadaannya bisa memberikan manfaat bagi calon tenaga kerja, khususnya di dalam hal peningkatan kapasitas keterampilan untuk masuk ke bursa kerja. “Di dalam revitalisasi, bisa bangunannya lebih sempit dari yang ada sekarang ini dan dengan konsep gedung bertingkat,” katanya.

Dia menjelaskan menyempitnya luas bangunan BLK tidak lepas dari program reorientasi. Hingga sekarang di tempat ini ada sekitar sembilan pelatihan mulai dari menjahit, otomotif, las dan kelistrikan hingga tata boga. Namun seiring dengan program reorientasi, maka jumlah pelatihan dikurangi dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pasar yang mengacu pada potensi daerah. “Saya kira tiga sampai empat bidang sudah cukup sehingga bisa fokus pada pelatihan,” katanya.

Meski menyiapkan revitalisasi BLK, Purnamajaya mengakui jika program ini masih sebatas wacana. “Untuk tindak lanjut butuh anggaran dan masih sebatas usulan. Namun harapannya bisa diwujudkan karena sebagai upaya menyambut Revolusi Industri 4.0,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Hery Kriswanto, mengatakan keberadaan BLK harus dioptimalkan dalam meningkatkan kapasitas kompetensi calon tenaga kerja di Bumi Handayani. Menurut dia, era Revolusi Industri 4.0 berdampak terhadap meningkatnya persaingan di dunia kerja. “Ya kalau tidak diantisipasi, maka tenaga kerja asal Gunungkidul kalah bersaing. Jadi, salah satu upayanya dengan memaksimalkan BLK dalam memberikan bekal pelatihan menyangkut dengan teknik maupun keterampilan bagi calon tenaga kerja,” katanya.