Kelompok Informasi Masyarakat Diharapkan Tidak Seperti Karang Taruna

Ilustrasi internet - JIBI/Bisnis.com
23 Juni 2019 21:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berharap Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di tiap desa bisa berinovasi dalam membuat program pemberdayaan masyarakat agar kesadaran informasi pada masyarakat meningkat.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Heri Budi Santosa mengatakan KIM bisa digunakan untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah.

“Tidak seperti organisasi karang taruna saja, tetapi bisa lebih dari itu. KIM dapat lebih aktif dan intensif dalam menggelola program yang sudah dibuat, tidak setengah-setengah, sehingga program tersebut dapat dirasakan anggota KIM dan masyarakat,” ujar Heri, Kamis (20/6/2019).

Ia mengatakan Diskominfo Kulonprogo akan lebih intens memberikan pendampingan agar KIM yang sudah menjalankan program tidak stagnan dan bisa lebih berkembang lagi. Ia mengharapkan KIM bisa berkembang sesuai dengan visi misinya yaitu memberdayakan, memfasilitasi, dan mendinamisasi pelayanan informasi.

Salah satu contoh KIM di Kulonprogo yang saat ini sudah berjalan yaitu KIM Nyi Ageng Serang (NAS) Community di Sentolo. Ketua KIM NAS Community, Zazin Sulaiman, mengatakan untuk dapat berkembang, partisipasi dari masyarakat pada KIM sangat diperlukan.

KIM NAS Community saat ini sudah membuat Media Center Tuksono sebagai wadah warga Desa Tuksono, Sentolo dalam mengetahui informasi dan sosialisasi dari berbagai program Pemkab Kulonprogo, desa maupun swasta.

“Ada juga pembuatan wifi area sebagai pusat informasi dan belajar wirausaha,” ujar Zazin. Program dari KIM NAS Community yang sudah berjalan antara lain donor darah yang dilakukan tiga bulan sekali, konseling remaja, penanaman pohon jati, pengadaan perpustakaan dan taman baca.

Menurutnya, KIM di desa dapat menjadi komunitas pengguna atau pengelola informasi dan dapat memberdayakan anggotanya. “Jadinya, kami dapat memilih informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, dan masyarakat,” ucap dia.