Advertisement
Dampingi Siswa Tuna Netra, Dosen PBI UMY Ajarkan Cara Belajar Bahasa Inggris Lewat Cerita
Dosen dan mahasiswa PBI UMY bersama siswa siswi dan guru SLB Negeri 1 Bantul berfoto bersama setelah Pendampingan Bahasa Inggris. - Ist/UMY.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Dua dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PBI UMY) di 2019 kembali melakukan pendampingan Bahasa Inggris di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul. Pendampingan tersebut dilaksanakan pada April 2019.
Ketua Pelaksana Puthut Ardianto menjelaskan terkait latar belakang diselenggarakannya kegiatan tersebut. Distro Book yang dikembangan berisi tentang lima track cerita rakyat yang telah dialih bahasakan menjadi Bahasa Inggris. Kemudian direkam menjadi audio file yang siap untuk diputar oleh para siswa berkebutuhan khusus, terutama bagi siswa yang tuna netra. Hal ini tercetus lantaran fakta di lapangan yang menyebutkan bahwa pihak sekolah biasanya mengubah bahan ajar ke dalam tulisan Braille.
Advertisement
“Sehingga kegiatan tersebut memakan cukup banyak kertas. Sebagai contoh, soal ujian biasanya bisa menjadi berpuluh-puluh lembar karena diubah ke huruf Braille,” jelas Puthut dalam rilisnya Kamis (27/6/2019).
Ia menambahkan bahwa dengan adanya Distro Book di SLB Negeri 1 Bantul dapat membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. “Dengan menggunakan metode Experience, Explore, Enjoy para siswa diajak mengalami pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan. Setelah mengalami, siswa bisa mengeksplorasi sekaligus mendengarkan cerita-cerita yang lainnya, agar mereka dapat sampai di tahapan menikmati cerita,” lanjutnya.
BACA JUGA
Ia dibantu oleh enam mahasiswa jurusan PBI UMY dan salah satu dosen dari PBI UMY Maryam Sorohiti. Pendampingan dilakukan selama dua kali di SLB Negeri 1 Bantul. “Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2019 tanggal 9 dan 12, selama dua kali melaksanakan pendampingan antusias siswa dalam belajar cukup tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena materi yang diberikan berupa audio yang ada bagian suara-suara nyanyian, sehingga membuat siswa tertarik,” jelasnya.
“Pihak SLB menyambut cukup baik dengan adanya program ini, karena bisa membantu siswa-siswi berkebutuhan khusus untuk tetap mendapat kesempatan yang sama kaitannya dalam belajar Bahasa Inggris,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Raja Thailand Donasi Rp51,9 Miliar untuk Korban Banjir Bandang
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Beberapa Lokasi Wisata DIY Diprediksi Hujan Ringan pada Minggu
- Embarkasi Haji YIA Mulai Beroperasi pada 2026
- Revitalisasi Terminal Imogiri dan Palbapang Bantul Dimulai pada 2026
- Upacara Ganti Dwaja di Pakualaman Jogja Jadi Daya Tarik Wisatawan
- Kelurahan Gowongan Jogja Rilis Buku untuk Edukasi Anak Pilah Sampah
Advertisement
Advertisement



