Gelombang Laut Selatan Masih Tinggi

Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
27 Juni 2019 07:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :


Harianjogja.com, KULONPROGO-- Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo mengantisipasi masih tingginya gelombang di Laut Selatan Jawa. Di setiap titik personil disiapkan dan memberikan himbauan pada masyarakat.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan pihaknya masih menyiagakan bantuan pengamanan di sekitaran pantai Kulonprogo.

"Kondisi gelombang masih tinggi. Personil masih kami siagakan di tempat keramaian," ujar Aris, pada Rabu (26/6/2019).

Pihaknya bekerja sama dengan Polsek Temon juga masih memasang garis polisi di beberapa titik sebagai larangan mandi di pantai.

Aris mengatakan melalui media sosial pihaknya memberikan informasi tingginya gelombang pada masyarakat pesisir. "Orang warung dan nelayan kami berikan rilis apabila gelombang tinggi. Di titik keramaian pada pengunjung pantai juga kami berikan himbauan untuk sementara tidak mendekati bibir pantai," jelas Aris.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima Aris, pada pagi hari, Kamis (26/6/2019) tinggi gelombang di pesisir Kulonprogo bahkan bisa mencapai 3,5 sampai 5 meter dengan pergerakan dari arah Barat Daya menuju Timur Laut. Menurut Aris, tinggi gelombang sebelumnya hanya 2 sampai 3,5 meter saja.

Ia mengatakan, tingginya gelombang tersebut bisa membahayakan masyarakat sekitar pesisir juga pengunjung pantai. Dari libur lebaran lalu sampai saat ini, total sudah ada sembilan orang yang terseret ombak di Kulonprogo karena tingginya gelombang.

Bahkan tingginya gelombang tersebut juga membuat rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak karena tersapu ombak.

Pada Sabtu (22/6/2019) lalu, salah satu korban tersapu ombak dari Pantai Baru, Bantul bernama Freya Fajtina Dwi ditemukan di Pantai Tritis oleh SRI Wilayah V Kulonprogo. Namun, satu korban lagi belum juga bisa ditemukan sampai saat ini. Selama pencarian pihak SRI Wilayah V Kulonprogo melakukan penyisiran di wilayah pesisir Kulonprogo namun tidak juga membuahkan hasil. "Rencananya pencarian akan ditutup Rabu ini [26/6/2019]," ungkap Aris.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto mengatakan tingginya gelombang juga membuat tim gabungan kesulitan dalam mencari satu korban lagi atas nama Ferry Anto Dwi Saputro yang sampai saat ini belum ditemukan.

"Pencarian kami lakukan mengarah ke arah Barat dari lokasi terseretnya korban. Kami tidak bisa dilakukan pencarian dengan jalur laut karena ombak tinggi dan angin kencang selama proses pencarian," ujar Pipit.