UGM dan Gachon University Gelar Pelatihan Keselamatan Lalu Lintas

UGM dan Gachon University gelar pelatihan lalu lintas, Rabu (25/6/2019). - Harian Jogja/Istimewa
28 Juni 2019 15:17 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Universitas Gadjah Mada dan Gachon University Korea pada hari Rabu, 25 Juni 2019 mengadakan “Pelatihan Keselamatan Lalu Lintas untuk Guru dan Tenaga Pendidik TK - SD se- DIY 2019”. Bertempat di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mendapat dukungan dari KOICA (Korea International Cooperation Agency) dan Samsung Electronics.

Pelatihan ini dihadiri oleh 80 peserta yang merupakan guru - guru TK dan SD yang ada di DIY. Acara dibuka oleh ketua Departemen Teknik Sipil & Lingkungan FT UGM, Joko Sujono.

Pelatihan kali ini menghadirkan tujuh pembicara yaitu pembicara dari Korea, Huh Eok dari Gachon University danOh Heung Un dari Kyonggi University yang memberikan materi tentang “Metode - metode Pelatihan Keselamatan Lalu Lintas Anak di Korea”.

Kemudian lima pembicara lain yaitu Sigit Priyanto dari Magister Sistem Teknik dan Transportasi Fakultas Teknik UGM, Didit Suranto dari Dinas Perhubungan Provinsi DIY, AKBP (Purn) Sulasmi, RR. Rita Agung Handayani dari Dinas Perhubungan Kota Jogja, dan Agustin Purwandar dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY.

Dalam materinya, Huh Eok mengungkapkan harapannya agar DIY bisa jadi percontohan untuk provinsi lain dalam hal pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak dini. Seperti Kota Seoul dengan melalui pendidikan keselamatan berlalu lintas yang diajarkan sejak dini dapat mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas pada anak, karena anak merupakan generasi penerus negara.

Pelatihan ini bertujuan agar guru-guru TK dan SD di seluruh DIY dan tenaga pendidik dapat memberikan edukasi tentang pentingnya keselamatan lalu lintas kepada peserta didiknya di sekolah. Selain itu untuk mendukung kegiatan tersebut UGM dan Gachon University menyusun buku dan materi keselamatan lalu lintas anak serta helm anak yang nantinya dibagi setelah anak-anak mendapat pelatihan dengan buku dan materi keselamatan lalu lintas anak tersebut.