Keok di MK, Begini Akhirnya Nasib Koalisi Adil Makmur

Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. - Suara.com/Muhamad Yasir
28 Juni 2019 21:47 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Partai politik yang sebelumnya bergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur kini telah berakhir.

Koalisi partai pendukung capres Prabowo Subianto itu sepakat membentuk forum komunikasi informal untuk menjaga suasana kekeluargaan antar-partai tetap terjaga.

"Kami sepakati harus memelihara komunikasi dalam semua forum meskipun informal yaitu kaukus yang menjadi forum komunikasi parpol yang pernah mengusung dan mendukung pasangan Prabowo-Sandi," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Keputusan itu diambil menyusul adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasalon Jokowi-Ma'ruf Amin dalam sidang sengketa pilpres.

Dia mengatakan langkah tersebut diambil karena merasa langkah perjuangan akan terus dilakukan pada masa-masa mendatang.

Menurut Muzani, Prabowo berpandangan bahwa kerjasama yang telah dibangun bisa dilakukan di parlemen dan dalam forum politik lainnya yang dimungkinkan bersatu dalam sebuah kepentingan bersama.

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno mengatakan meskipun tugas bersama dalam koalisi sudah selesai namun komunikasi akan terus jalin dalam sebuah kaukus yang telah disepakati.

"Meskipun informal namun efektif untuk usung agenda politik kedepan karena ada Pilkada serentak, parlemen yang butuh soliditas dan kebersamaan," ujarnya.

Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan setuju dibentuknya forum komunikasi tersebut karena didasari keinginan kuat untuk terus membangun kebersamaan.

Dia menilai membentuk oposisi yang konstruktif tidak kalah mulia dan terhormat dengan pilihan lain.

"Ada pikiran yang berkembang manakala ini semua terjadi dan perkembangan berikutnya ada pemikiran membentuk dan terbangun kekuatan oposisi konstruktif secara alamiah," katanya.

Sumber : Antara