Indutri Peternakan Ayam Dilanda Krisis, Begini Respons Pemda DIY

Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
30 Juni 2019 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY memahami kondisi peternak ayam saat ini. Dalam waktu dekat, Pemda akan melakukan evaluasi untuk menyelamatkan peternak ayam di DIY.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan aksi bagi-bagi ayam yang dilakukan Apayo merupakan jalan keluar akibat kelebihan produksi. Produksi ayam berlebih (over supply) tetapi market tidak terserap. "Produksi ayam memang tidak bisa ditunda-tunda. Kalau over supply harga jatuh. Jangan sampai jatuh ke tangan tengkulak, bisa jual mahal lagi," kata Gatot kepada Harian Jogja, Jumat (29/6/2019).

Hanya saja, dia tidak setuju jika cara pembagian dilakukan seperti yang dilakukan Apayo. Menurutnya, lebih bermanfaat jika pembagian ayam diarahkan langsung kepada panti asuhan, pondok pesantren dan kaum dhuafa. Meski begitu, Pemda tidak bisa melakukan intervensi karena hal itu dilakukan atas nama asosiasi.

Gatot menduga, terjadinya over supply ayam menjadi salah satu fakta hingga saat ini peternak ayam belum bisa menerapkan managemen dengan baik. Para peternak harus bisa mengukur serapan atau kebutuhan pasar. "Ini bagian dari musibah karena terjadi di luar prediksi. Setelah Idulfitri pasokan masih ayam melimpah. Kami akan banyak berkomunikasi dengan asosiasi peternak dan mencoba mencari solusinya," katanya.

Kasus tersebut, kata Gatot, menjadi bagian dari evaluasi Pemda terkait pemetaan produksi dan market. Mulai perhitungan jumlah peternak hingga kebutuhan di pasaran. Menurut Gatot, baik produksi maupun market harus selaras dan nyambung. Pemda akan mengevaluasi persoalan dari hulu agar ke depan kasus serupa tidak terulang kembali.

"Sering kali terjadi over produksi sehingga harga jatuh. Ini tidak hanya terjadi pada komoditas ternak tetapi juga di komoditas pertanian. Ini butuh kejelian bisnis, peternak harus jeli juga melihat market," katanya.