SMK Harus Selaras dengan Dunia Kerja

Sejumlah siswa melakukan verifikasi berkas untuk mendaftar SMA/SMK di Balai Dikmen Gunungkidul, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
08 Juli 2019 22:17 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Penyelenggaraan pendidikan di SMK harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga tidak ada satu pun anak SMK yang ketika lulus menganggur.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengungkapkan berdasarkan data dari kementerian, ada beberapa jurusan SMK yang perlu dievaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mempertimbangkan penutupan jurusan atau membuatnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

"Jurusan yang perlu dipertimbangkan dievaluasi yaitu jurusan yang bisa diisi oleh anak lulusan lain. Misalnya jurusan Administrasi, tidak harus lulusan SMK juga bisa," kata dia, dalam pembukaan LKS SMK 2019, di Sportorium UMY, Senin (8/7/2019).

Ia menambahkan dalam data yang ada, terdapat sebanyak 1,2 juta siswa  jurusan Administrasi. Diperkirakan, dari jumlah sebanyak itu, lahir 300 lulusan yang tidak lebih dari 50% di antaranya terserap di dunia kerja.

"Kalau pemda tidak berani mengevaluasi atau menutup, maka dibutuhkan jurusan baru yang dibutuhkan dunia kerja. Kalau tidak dilakukan, maka tidak sambung antara kebutuhan dan permintaan," kata lelaki yang juga Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud itu.

Menurut dia, evaluasi untuk SMK harus dilakukan terus-menerus untuk membuat SMK lebih menarik minat masyarakat ke depan dan anak SMK bisa selalu diterima di dunia kerja.

Hal lain yang perlu dievaluasi dari SMK di Indonesia adalah banyak SMK yang belum memiliki partner dunia usaha dunia industri (DUDI) dalam penyelenggaraan pendidikannya. Menurut dia, kondisi itu tidak boleh terjadi karena prinsip SMK adalah berlatih. Artinya ketika lulusan terjun ke dunia kerja, mereka sudah siap.

Terkait LKS SMK yang dilaksanakan di DIY sebagai tuan rumah, LKS adalah ajang unjuk kinerja para siswa yang berprestasi di bidangnya. Lewat prestasi anak-anak dalam LKS, diharapkan menggambarkan perkembangan peningkatan kualitas di SMK.

LKS SMK juga ajang untuk meningkatkan sinergi antara siswa, sekolah, pemerintah daerah dan para partner DUDI agar siswa SMK terserap di dunia kerja.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbud Bakrun mengatakan ada 32 jenis bidang kompetensi yang dikompetisikan pada LKS SMK 2019.

Dalam event ini diadakan pula pameran produk inovasi siswa dari 34 provinsi, sertifikasi kompetensi dengan LSP serta pelaksanaan job matching yang diikuti oleh 51 DUDI.