Jamaah Haji asal DIY Ditempatkan di Jarwal, 1 Km dari Masjidil Haram

Calon jamaah haji DIY berjabat tangan dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam X dalam acara pamitan haji di Pendopo Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Senin (08/07/2019) - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Juli 2019 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Seluruh calon jamaah haji (Calhaj) asal DIY siap diberangkatkan menunaikan ibadah haji tahun ini. Selama di tanah suci jamaah asal DIY ditempatkan di wilayah Jarwal yang berjarak kurang lebih 1 km dari Masjidil Haram.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY Edhi Gunawan mengatakan, jumlah Calhaj DIY pada tahun ini mencapai 3.548 orang. Jumlah tersebut belum termasuk petugas pendamping sebanyak 75 orang. Mereka terbagi dalam 11 kelompok terbang atau kloter, mulai dari Kloter 21-SOC hingga 29-SOC dan ditambah Kloter tambahan 96-SOC dan 97-SOC.

"DIY mendapat tambahan kuota 369 Calhaj dari 10.000 kuota tambahan pada tahun ini. Sampai saat ini, seluruh Calhaj siap diberangkatkan, tidak ada yang dilaporkan untuk tidak berangkat. Tapi pemeriksaan terakhir nanti di Donohudan," katanya kepada wartawan di usai kegiatan pamitan Calhaj DIY dengan Gubernur di Bangsal Kepatihan, Senin (8/7/2019).

Dia mengatakan, pemberangkatan masing-masing Calhaj ke Asrama Haji Donohudan akan dimulai pada Jumat (12/7/2019) hingga Senin (15/7/2019). Dimulai dari Kloter 21 hingga 29-SOC. Sedangkan dua kloter tambahan yakni Kloter 96 dan 97-SOC sesuai jadwal akan diberangkatkan pada Minggu 4 Agustus mendatang.

"Perkiraan tiba kembali di Solo mulai Sabtu (24/8/2019) hingga Selasa (27/8/2019). Sementara dua kloter terakhir jamaah dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (15/9/2019)," jelasnya.

Menurutnya, Kemenag sudah menyiapkan segala kebutuhan para Calhaj di tanah suci. Adapun pemondokan selama di Makkah khusus jamaah haji asal Embarkasi SOC termasuk jamaah haji DIY akan ditempatkan di wilayah Jarwal yang berjarak kurang lebih 1 km dari Masjidil Haram. Keuntungan lainnya adalah, yang mendapat tugas sebagai Kepala Sektor Jarwal adalah Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag DIY Sigit Warsita.

"Diharapkan dengan adanya kedekatan emosional ini dapat menambah optimalisasi pelayanan kepada jamaah haji asal DIY," ungkap Edhi.

Tidak hanya itu, untuk layanan katering para jamaah haji Indonesia akan mendapatkan menu khas daerah, sebanyak tiga kali dalam satu pekan. Pemerintah mengupayakan menu tersebut akan diberikan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. "Hal ini ditempuh untuk mengobati kerinduan jamaah kepada menu khas nusantara," kata Edhi.

Sementara calon jamaah haji termuda adalah Glenn Muhammad Ansof Kukuh Wicaksono yang beralamat di Perum UPN Kregan Kabupaten Sleman dengan usia 19 tahun 7 bulan 7 hari. Sedang calon jamaah tertua adalah Supiah Moh. Anwar yang beralamat di Kembaran, Kabupaten Bantul yang berusia 96 tahun 3 bulan 28 hari. Pimpinan kafilah jamaah calon haji DIY pada tahun ini diampu oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho.

Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X berharap para Calhaj untuk mendoakan masyarakat DIY. "Doakan DIY semoga kemakmuran dan kesejahteraan rakyat terus meningkat," tandasnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan. "Jagalah kesehatan karena suhu udara sangat berbeda dengan di Tanah Air. Harap selalu komunikasi dengan petugas dan paramedis," pesan Gubernur.