Lima Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Cek Rinciannya
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Salah seorang penderita gangguan jiwa di DIY yang hidup dalam pasungan./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL,–Wacana bebas pasung di wilayah DIY sudah dideklarasikan 2014 lalu. Namun hingga sekarang di wilayah Gunungkidul belum bisa bebas dari pemasungan.
Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul mencatat ada 42 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani hidup dalam pasungan. Padahal jika mengacu pada Peraturan Gubernur DIY No.81/2014 tentang Pedoman Penanggulangan Pemasungan, setiap orang yang mengalami gangguan kejiwaan harus menjalani pengobatan hingga sembuh tanpa harus dipasung.
Kepala Seksi Bina Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul, Winarto, mengatakan di wilayah Gunungkidul belum bisa bebas dari pemasungan. Namun dari sisi jumlah, ia mengklaim setiap tahunnya terus berkurang. "Untuk saat ini masih ada 21 penderita gangguan jiwa yang dipasung. Untuk sebaran ada di wilayah Kecamatan Saptosari, Nglipar, Panggang, Playen, Rongkop, Karangmojo dan Patuk," kata Winarto kepada wartawan, Senin (8/7/2019).
Menurut dia, masih adanya ODGJ yang dipasung karena ketidaktahuan keluarga. Oleh karena itu Dinsos terus berusaha memberikan pemahaman kepada keluarga agar penderita dapat menjalani perawatan. Namun demikian, kata Winarto, upaya tersebut tidaklah mudah karena proses evakuasi korban ke rumah sakit untuk penyembuhan harus mengantre. "Persoalan ini menjadi masalah, tapi kami akan terus berusaha. Untuk tahun ini kami ditargetkan membebaskan empat ODGJ yang dipasung," katanya.
Dia menjelaskan, tindakan pemasungan oleh keluarga dilakukan dengan dalih agar penderita gangguan jiwa tidak membayakan jiwa orang lain dan merusak apa yang ada di sekitarnya. Namun demikian, kata Winarto, apapun alasnya pemasungan tidak dibenarkan karena secara klinis penderita dapat disembuhkan dengan rutin menjalani pengobatan. “Ini yang akan kami sosialisasikan ke warga bahwa ODGJ dapat disembuhkan dan dapat hidup normal asal mau melakukan pengobatan secara rutin,” tutur dia
Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Ida Rochmawati, menilai kasus pemasungan yang terjadi merupakan kasus lama yang diulang. Pada umumnya mereka pernah terakses layanan kesehatan jiwa namun tidak berlangsung secara berkelanjutan sehingga penyakit yang diderita kembali kambuh sehingga pihak keluarga memasung korban lagi. “Kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa masih kurang. Jadi ini tantangan yang harus disosialisasikan sehingga kasus pemasungan dapat dihilangkan,” katanya.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Saptosari, Sadilem, mengatakan jajarannya terus memantau ODGJ yang dipasung. Menurut dia, seringkali alasan malu mebuat keluarga menyembunyikan penderita yang hidup dalam pemasungan.
Menurut dia, TKSK Kecamatan Saptosari terus menyosialisasikan upaya penyembuhan ODGJ termasuk di dalamnya larangan pemasungan. "Kami datang ke Dinsos Gunungkidul menyatakan bahwa para penderita gangguan jiwa bisa diberi obat secara gratis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.