Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Suroyo, seorang petani di Dusun Sambeng II, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, menjaga tanaman padi miliknya dari serangan burung pipit, Selasa (9/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kering yang terjadi saat ini tidak berpengaruh terhadap tanaman padi milik warga di Dusun Sambeng II, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen. Para petani masih bisa memanen padi karena adanya pasokan air dari Sumber Sentul yang lokasinya tak jauh dari area lahan pertanian warga.
Salah seorang petani di Dusun Sambeng II, Suroyo, mengatakan lahan pertanian di daerahnya masih bisa terselamatkan dari ancaman kekeringan di musim kemarau. Meski luasan lahan yang masih bisa ditanami tidak seluas di masa tanam pertama, petani tidak rugi karena padi yang ditanam masih bisa panen. “Kami bersyukur tanaman padi masih bisa tumbuh subur,” kata Suroyo, Selasa (9/7/2019).
Menurut dia, lahan pertanian di Dusun Sambeng II mendapat pasokan air dari Sumber Sentul. Berkat mata air ini, kebutuhan air untuk pemeliharaan tanaman masih mencukupi. “Sumbernya tidak pernah mengering. Selain digunakan untuk mengairi lahan, warga juga mengambil air dari sumber saat puncak musim kemarau,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Slamet, petani lain di Dusun Sambeng II. Dia menuturkan keberadaan Sumber Sentul sangat membantu petani sehingga tanaman padi yang ditanam bisa tumbuh subur meski saat ini musim kemarau.
Menurut dia, di masa tanam kedua ini variasi tanaman lebih beragam. Berbeda pada saat masa tanam pertama yang didominasi padi, maka di musim tanam kedua petani ada yang menanam jagung, kedelai hingga bawang merah. “Selain tumbuh dengan subur, harapannya hasil panen juga dapat maksimal,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan kekeringan yang terjadi di Gunungkidul tidak mengancam semua lahan pertanian yang ada. Di beberapa lokasi, lahan pertanian yang berada dekat di sumber air masih bisa ditanami meski hujan sudah tidak lagi turun.
Beberapa wilayah seperti di Desa Ngawu, Kecamatan Playen; Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo dan sebagaian wilayah di Kecamatan Ponjong masih bisa panen padi di musim kemarau. “Tercatat hampir ada 2.000 hektare lahan pertanian yang mengering, tapi di beberapa daerah lain petani masih tetap bisa panen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
OJK bagikan 11 tips aman mobile banking untuk hindari penipuan dan pembobolan. Mulai dari jaga PIN, waspada Wi-Fi publik, hingga log out. Cek panduannya!
Harga emas perhiasan hari ini 4 Juli 2026 kembali naik. Emas 24 karat dijual hingga Rp2,32 juta per gram, simak daftar harga lengkapnya.
Argentina lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 usai menang dramatis 3-2 atas Tanjung Verde lewat perpanjangan waktu dan akan menghadapi Mesir.
Meta merilis fitur caption dwibahasa di Instagram Edits. Kreator kini bisa menjangkau audiens global dengan dua bahasa dalam satu video.
Bursa transfer MotoGP 2027 memanas. Bagnaia pindah ke Aprilia, Jorge Martin bergabung dengan Yamaha, sementara Marc Marquez bertahan di Ducati hingga 2028.