Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sutiyem, mengambil air dari lubang yang dibuat di Telaga Banteng, Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, saat kemarau tahun lalu. /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendata warga terdampak kekeringan terus meluas. Total hingga saat ini ada 127.977 jiwa yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya terus mendata jumlah warga terdampak kekeringan. “Jumlah warga terus bertambah karena data di awal hanya mencapai puluhan ribu jiwa, tapi sekarang mencapai ratusan ribu jiwa,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).
Dia menjelaskan, dari 18 kecamatan di Gunungkidul ada 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. Empat wilayah yang terbebas dari krisis air bersih yakni Kecamatan Wonosari, Karangmojo, Playen dan Saptosari.
Menurut Edy, dari 14 kecamatan, wilayah Kecamatan Girisubo, Tepus, Rongkop dan Paliyan menjadi kecamatan yang mengalami kekeringan terparah. Sebagai contoh, katanya, di Kecamatan Girisubo ada 21.718 jiwa yang terdampak kekeringan, Paliyan sebanyak 16.978 jiwa, Tepus sebanyak 12.441 jiwa dan Rongkop sebanyak 9.922 jiwa. “Kami terus mendata karena diprediksi puncak musim kemarau terjadi di Agustus mendatang,” katanya.
Disinggung mengenai penyaluran bantuan air bersih, Edy mengaku terus memberikan bantuan. Total hingga saat ini BPBD gunungkidul sudah memakai anggaran dropping sebanyak Rp90 juta. “Tahun ini kami alokasikan dana sebesar Rp530 juta untuk dropping. Permintaan bantuan langsung kami penuhi asalkan ada permintaan resmi dari desa,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Gunungkidul ini.
Dikatakan Edy, untuk penyaluran air bersih BPBD tidak sendirian. Selain pemerintah kecamatan, dropping air juga dilakukan sejumlah lembaga swasta. “Harapan kami sebelum bantuan disalurkan ada koordinasi dengan BPBD agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” katanya.
Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo, mengatakan jajarannya ikut berpartisipasi dalam upaya penyaluran air bersih. Sejak awal Juli PMI telah menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di Kecamatan Gedangsari. “Setelah Gedangsari, penyaluran kami fokuskan di wilayah Kecamatan Paliyan,” kata Iswandoyo.
Disinggung mengenai target penyaluran, dia mengaku tidak mematok target. Meski demikian, setiap hari ada lima truk tangki air yang disalurkan. “Kami perkirakan hingga akhir Juli ada 125 tangki air yang disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.