Jalan Menuju Bandara Baru Dilebarkan

Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5/2019). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
11 Juli 2019 17:12 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemda DIY terus mempermudah akses menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA).

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) DIY akan melebarkan jalan sepanjang 14 km dari Brosot, Kecamatan Galur sampai dengan Toyan, Kecamatan Wates di Kulonprogo. "Optimalisasi jalan ini memang bertujuan untuk menunjang kelancaran menuju bandara. Jalan ini juga termasuk vital, karena bagian dari penghubung antara Bantul ke Kulonprogo," kata Koordinator Tim Teknis optimalisasi Jalan DPU-ESDM DIY, Dasroni, seusai sosialisasi pelebaran jalan di Balai Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Rabu (10/7/2019).

Proyek ini akan dikerjakan secara bertahap oleh PT Anggasa. Pada tahap awal, pengerjaan menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp14 miliar, dimulai dengan menyasar ruas jalan sepanjang tiga kilometer dari Toyan sampai Nagung, Kecamatan Wates, pada Juli-Desember 2019.

"Karena menyesuaikan anggaran, pengerjaannya dilakukan bertahap, nanti dilanjutkan perbaikan jalan sepanjang 5,5 km di sisi timur [Brosot] dan bagian tengah. Insyallah bertahap lagi tahun depan," ujarnya.

Dia mengatakan lebar jalan Toyan-Nagung yang semula lima meter akan ditingkatkan menjadi tujuh meter. Dengan begitu, arus lalu lintas dari dan menuju YIA yang melewati jalan tersebut bisa lancar. Pelebaran ini lanjutnya tidak akan membuat warga di sekitar lokasi proyek tergusur. Sebab lahan yang dipakai untuk pelebaran kurang dari dua meter, sehingga tidak berdampak ke pekarangan warga.

"Warga yang terdampak kebetulan tidak ada. Karena ini cuma optimalisasi jalan. Namun warga tetap meminta agar pengerjaan proyek ini tidak mengganggu kenyaman dan ketertiban lingkungan. Sedangkan untuk fasilitas umum yang terkena seperti kabel telkom, lampu APILL [alat pemberi isyarat lalu lintas], jaringan air semua sudah kami akomodasi. Kami selalu koordinasi dengan pihak terkait," jelasnya.

Kepala Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Mujiyo mengatakan sejauh ini belum ada keluhan maupun keberatan dari warga yang berpotensi terdampak proyek tersebut, semisal pemilik ruko maupun rumah pinggir jalan. Menurutnya warga sudah memahami pentingnya proyek ini untuk menunjang bandara.

"Pada dasarnya warga masyarakat sini sudah legawa, kalau memang bangunan mereka ada yang menyalahi aturan terlalu dekat dengan jalan, mereka paham ini digunakan untuk kepentingan umum," ujarnya.

Namun begitu, dirinya meminta agar proyek ini tidak mengganggu kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Mengingat di Desa Bendungan terdapat pasar tradisional yang saban hari selalu ramai. "Jangan sampai ganggu aktivitas. Karena kebetulan di Bendungan ada pasar, yang pas pasaran selalu padat kendaraan. Mohon nanti perhatian penuh terkait dengan hal ini," ucapnya.

Selain pelebaran jalan, pemerintah juga akan membangun jalur rel kereta api baru. Jalur kereta api itu dibangun hingga ke dalam kawasan YIA. Jalur tersebut dibangun sepanjang 5,7 kilometer (km), tersambung dengan jalur dari arah Stasiun Kedundang.

"Ada jalur KA (Kereta Api) ke YIA ini akan jadi jalur baru. Jalurnya sepanjang 5,7 km dan akan masuk bandara," terang Direktur Angkutan dan Lalu Lintas Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan Danto Ristiawan di YIA, Jumat (5/7).

Nantinya rel tersebut bentuknya campuran antara rel layang dengan rel yang menapak datar. Sepanjang lima kilometernya akan dibangun melayang, sisa 0,75 km sisanya dibangun menapak datar.

Pengerjaannya akan dilakukan selama dua tahun dari tahun ini hingga 2020. Targetnya pada 2021 jalur tersebut sudah bisa digunakan.

"Nanti akan di mix lima km elevated, 750 meter sisanya at grid, pengerjaannya 2019-2020, 2021 operasi," kata Danto.