Ini 2 Nama Calon Pimpinan DPRD Bantul Dari PAN

ILustrasi lelang jabatan - JIBI
16 Juli 2019 20:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul mempertimbangkan dua nama yang akan mengisi calon wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul periode 2019-2024.

“Ada dua nama yang akan diajukan ke DPP untuk dipilih salah satu yang akan menjadi wakil ketua DPRD Bantul,” kata Sekretaris DPD PAN Bantul, Damba Aktifis, saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (16/7/2019). Kedua nama tersebut, yakni Wildan Nafis dan Damba Aktifis.

Damba mengatakan pertimbangan dua nama tersebut keduanya merupakan pengurus partai. Berdasarkan aturan dalam DPD PAN Bantul, calon pimpinan DPRD hingga alat kelengkapan Dewan dari PAN adalah kader yang memiliki jabatan tertinggi di partai. Syarat kedua adalah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan legislatif.

Dalam kepengurusan PAN, Damba Aktifis merupakan sekretaris. Sementara di DPRD, Damba merupakan anggota. Ia menjadi anggota DPRD Periode 2014-2019 karena pergantian antar waktu (PAW) dari Sarinto. Namun dalam pileg 2019 ia terpilih menjadi anggota DPRD periode 2019-2024 dari daerah pemilihan enam yang meliputi Kasihan dan Sedayu.

Adapun Wildan Nafis merupakan anggota DPRD Bantul dua periode dan tahun ini kembali terpilih di periode ketiga dari daerah pemilihan dua, yakni Banguntapan dan Piyungan. Saat ini dia masih menjabat sebagai ketua Komisi C DPRD Bantul. Jabatan di partai Wildan selaku wakil ketua DPD Pan Bantul.

Damba mengatakan dua nama yang disusulkan ke pusat sudah sesuai mekanisme yang ada dalam partai. Siapa dari dua nama tersebut yang paling berpeluang besar duduk di kursi wakil ketua DPRD Bantul? “Nanti tunggu keputusan DPP. DPP nanti kirim satu nama,” ujar Damba.

PAN mendapat jatah satu kursi wakil ketua DPRD Bantul karena dalam pemilu 2019 April lalu mendapat suara 55.384 atau lima kursi perwakilan di Dewan. Perolehan kursi PAN sebenarnya sama dengan Golkar, yakni sama-sama lima kursi. Namun secara angka peolehan suara Golkar kalah. Perolehan suara golkar sebanyak 45.376 suara.

Anggota Fraksi Golkar, Heru Sudibyo, sebelumnya tidak ingin ikut campur terhadap perebutan kursi pimpinan DPRD Bantul. Ia menyerahkan sepenuhnya terhadap partai yang memiliki hak kursi pimpinan sesuai perolehan suara.