Buku soal Tip Lolos Jurnal Internasional Dibedah

Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim Rika Fatimah ketika memberikan penjelasan tentang bukunya dalam acara bedah buku yang digelar oleh BPAD DIY pada Rabu (17 - 7).
17 Juli 2019 21:37 WIB ST 16 Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar acara bedah buku dengan judul Menulis dan Menerbitkan Kertas di Jurnal Internasional karya Rika Fatimah. Acara yang digelar di Ruang Audio Visual Grahatama Pustaka, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/7/2019) itu dihadiri oleh Kepala BPAD Monika Nur Listiyani dan juga dua pembedah lainnya yaitu Ida Fajar Priyanto, Sri Rohyanti Zulaikha.

Kepala DPAD DIY Monika Nur Listiyani mengatakan bedah buku kali ini adalah bedah buku ke-57 yang digelar oleh DPAD DIY. “Ini adalah bedah buku ke 57. Tahun ini kita diberi amanah untuk melakukan acara beda buku sebanyak 60 kali. Bedah buku yang pertama kali hingga ke-56 kami lakukan di desa-desa yang jangkauannya jauh dari kota, agar tidak hanya orang kota yang gemar membaca buku, masyarakat pedalaman pun berhak untuk mendapatkan ilmu dari buku,” kata Monika di sela-sela acara, Rabu.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya juga menyampaikan bahwa dalam bedah buku ini pihaknya mengemban misi lain dari Perpustakaan Nasional yaitu merevitalisasi perpustakaan di Grahatama Pustaka yang mengarah pada inskluisi nasional agar masyarakat benar-benar menjadi gemar membaca.

“Lalu kenapa harus gemar membaca, karena membaca membuat kita menetaskan sebuah karya, jadi tidak hanya sekedar membaca lalu selesai. Kita harus mendapatkan ilmu dari membaca dan membuat sebuah karya yang berguna bagi diri maupun masyarakat luas,” ucap Monika.

Sedangkan dalam bukunya, Rika Fatimah menjelaskan untuk membuat sebuah karya ilmiah yang bagus dan mampu masuk di jurnal internasional, penulis harus teliti ketika akan melakukan langkah awal yaitu mencari ide. “Jika sudah ada ide awal maka kita harus mengembangkan lagi ide tersebut agar bisa diterima di jurnal internasional selain itu penulis juga harus aktif, dalam menulis ilmiah pun kita juga bisa melakukan kolaborasi dengan penulis lain, jadi tidak harus sendiri,” kata Rika.

Rika juga menjelaaskan bahwa buku yang ia tulis tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya selama ini yang bergerak di bidang ilmiah. Ia berharap lebih banyak lagi pemuda dan pemudi yang gemar membaca dana membuat tulisan ilmiah.