Mendadak Sakit, Seorang Calhaj Asal Kulonprogo Tunda Keberangkatan

Ilustrasi ibadah haji dan umrah. - JIBI
17 Juli 2019 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Karena sakit, seorang calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Kulonprogo, bernama Rusiyanti terpaksa menunda keberangkatannya menuju tanah suci.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo Nurudin mengatakan, warga Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah itu sejatinya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 29 SOC pada Senin (15/7/2019) pagi.

Namun yang bersangkutan mendadak sakit sehingga tak bisa ikut rombongan. Rencananya, Rusiyanti ia baru akan diberangkatkan bersama kloter berikutnya pada Agustus mendatang.

"Kloter 29 SOC seharusnya 298 orang tapi ada satu jemaah yang sakit yakni Rusiyati warga Wahyuharjo Lendah maka menjadi 297 orang, bila sudah sembuh akan diikutkan kloter berikutnya pada kloter 96 atau 97 yang pada 4 Agustus," kata Nurudin, Selasa (16/7/2019).

Nurudin menerangkan total calhaj reguler Kulonprogo sebanyak 328 orang. Terdiri dari 326 jemaah reguler bersama dua petugas dan 26 calhaj khusus atau plus. Rombongan besar ini terbagi menjadi tiga kloter, yakni  yakni 29 SOC sebanyak 297 orang [dikurangi Rusiyanti], 96 SOC, dua orang dan 97 SOC, 28 orang.

Saat di Mekah, ketiga kloter akan menempati wilayah Jarwal, tapi dengan Maktab yang berbeda. Pun demikian ketika kembali ke tanah air. Nantinya kloter 29 SOC pulang pada 27 Agustus, sedangkan Kloter 96 dan 97 SOC pada 15 September.

Berdasarkan rataan usia, jamaah haji Kulonprogo didominasi usia 51 sampai 60 tahun degan jumlah 108 orang. Disusul usia 61 sampai 70 tahun berjumlah 101. Adapun untuk jamaah termuda Kulonprogo, yakni Abdurrahim Alim, 20, mahasiswa asal Dusun Pundak Kidul, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan. Sedangkan jamaah tertua Ponilah Sastro Dimejo, 92, seorang petani asal Dusun Pengos, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.