Iduladha Sebentar Lagi, Ini Cara Pemkab Bantul Cegah Antraks

Sapi yang ada di Pasar Hewan Imogiri, Bantul. - Harian Jogja/Dok
21 Juli 2019 19:47 WIB Kiki Luqman Hakim (ST 16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (DP3K) Bantul berupaya mencegah masuknya hewan ternak yang diduga terpapar antraks menjelang Iduladha.

Kepala DP3K Bantul, Pulung Haryadi, menyatakan jajarannya memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang digunakan untuk kurban sesuai dengan regulasi yakni dengan mengecek surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Surat ini merupakan bukti validasi bahwa sapi atau hewan kurban lainnya benar-benar sehat dan boleh diperjualbelikan untuk kurban.

“Regulasi ini berlaku bagi hewan kurban yang berasal dari daerah lain seperti Kabupaten Gunungkidul dan dari daerah lain seperti Jawa Tengah. Jadi, pada dasarnya tidak ada larangan untuk membeli hewan kurban dari Gunungkidul atau daerah lain, tetapi harus dipastikan bahwa hewan tersebut memiliki SKKH dari daerah asal,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (21/7/2019).

Pulung menyatakan pengecekan SKKH merupakan upaya mencegah penyebaran penyakit melalui jalur distribusi. Menurutnya, perekrutan tenaga kesehatan hewan beberapa waktu lalu termasuk dalam program tersebut.

“Perekrutan 100 tenaga medis hewan yang kami lakukan beberapa waktu lalu termasuk upaya kami untuk mencegah penyakit antraks masuk ke Bantul. Mereka [tim medis] selain memberikan vaksin juga ikut memantau di pasar hewan sebelum pelaksanaan hari kurban,” kata Pulung.

Selain merekrut tenaga medis, DP3 Bantul juga menggelar program sosialisasi kepada takmir masjid. Hal itu bertujuan agar penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan baik dan sesuai syariat agama. “Untuk takmir masjid kami juga memberikan pembekalan dan pelatihan,” kata Pulung.