Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019)./harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul bakal mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Hasil evaluasi menjadi dasar perombakan komposisi dalam OPD.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian, mengatakan evaluasi terkait dengan kinerja OPD merupakan hal yang wajib. Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap tahun sekali. “Evaluasi kami lakukan karena dari kegiatan itu terlihat bagaimana kinerja dari masing-masing OPD,” kata arif kepada Harian Jogja, Senin (22/7/2019).
Disinggung mengenai potensi perombakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) yang dinilai terlalu gemuk, Arif belum bisa memastikan karena menunggu evaluasi.
Meski demikian ia berpendapat bahwa perombakan tersebut sangat mungkin dan pelaksanaan disesuaikan dengan nomenklatur dan perumpunan di tingkat Pusat. “Belum bisa dipastikan tapi kemungkinan tersebut tetap ada,” katanya.
Untuk potensi perombakan di OPD Arif mengakui belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia berdalih evaluasi belum dilakukan dan saat ini masih fokus dengan perubahan kecamatan menjadi kapanewon yang disesuaikan dengan urusan keistimewaan di Pemerintah DIY. “Kami fokus ke perubahan kecamatan. Setelah itu kami mulai melakukan evaluasi terhadap OPD,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Dodi Wijaya, mengatakan evaluasi terhadap kinerja OPD sangat penting. Dia menyoroti masalah pendidikan dan olahraga di Gunungkidul yang saat ini belum optimal. “Untuk prestasi belum ada dan masih biasa-biasa saja,” katanya.
Dodi menjelaskan pada saat pembentukan OPD baru sempat mengusulkan agar masalah pendidikan dan olahraga dipisah sehingga tidak dalam satu kelembagaan. Diharapkan dengan pemisahan itu maka upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi olahraga bisa terlihat. “Sayangnya usulan tidak diterima karena urusan pendidikan dan olahraga masih jadi satu,” katanya.
Dia berharap masalah ini bisa dievaluasi sehingga fungusi dari kelembagaan bisa lebih optimal. “Harapan saya pendidikan dan olahraga di Gunungkidul bisa lebih berprestasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.