Kinerja OPD Pemkab Gunungkidul Segera Dievaluasi

Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019). - harian Jogja/David Kurniawan
22 Juli 2019 22:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul bakal mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Hasil evaluasi menjadi dasar perombakan komposisi dalam OPD.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian, mengatakan evaluasi terkait dengan kinerja OPD merupakan hal yang wajib. Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap tahun sekali. “Evaluasi kami lakukan karena dari kegiatan itu terlihat bagaimana kinerja dari masing-masing OPD,” kata arif kepada Harian Jogja, Senin (22/7/2019).

Disinggung mengenai potensi perombakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) yang dinilai terlalu gemuk, Arif belum bisa memastikan karena menunggu evaluasi.

Meski demikian ia berpendapat bahwa perombakan tersebut sangat mungkin dan pelaksanaan disesuaikan dengan nomenklatur dan perumpunan di tingkat Pusat. “Belum bisa dipastikan tapi kemungkinan tersebut tetap ada,” katanya.

Untuk potensi perombakan di OPD Arif mengakui belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia berdalih evaluasi belum dilakukan dan saat ini masih fokus dengan perubahan kecamatan menjadi kapanewon yang disesuaikan dengan urusan keistimewaan di Pemerintah DIY. “Kami fokus ke perubahan kecamatan. Setelah itu kami mulai melakukan evaluasi terhadap OPD,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Dodi Wijaya, mengatakan evaluasi terhadap kinerja OPD sangat penting. Dia menyoroti masalah pendidikan dan olahraga di Gunungkidul yang saat ini belum optimal. “Untuk prestasi belum ada dan masih biasa-biasa saja,” katanya.

Dodi menjelaskan pada saat pembentukan OPD baru sempat mengusulkan agar masalah pendidikan dan olahraga dipisah sehingga tidak dalam satu kelembagaan. Diharapkan dengan pemisahan itu maka upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi olahraga bisa terlihat. “Sayangnya usulan tidak diterima karena urusan pendidikan dan olahraga masih jadi satu,” katanya.

Dia berharap masalah ini bisa dievaluasi sehingga fungusi dari kelembagaan bisa lebih optimal. “Harapan saya pendidikan dan olahraga di Gunungkidul bisa lebih berprestasi,” katanya.