Pemkot Solo Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pemberdayaan Peserta dan Ahli Waris
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, megathrust dengan magnitudo 8,8 yang akan menimbulkan tsunami besar di perairan selatan Jawa bukanlah sebuah prediksi, melainkan potensi. “Jadi penggunaan istilah harus tepat. Ada perbedaan antara prediksi dengan potensi,” katanya di Media Center Pemda DIY, Selasa (23/7/2019).
Menurut dia, apa yang disampaikan oleh pakar tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko di Kantor Pusdalops BPBD DIY beberapa waktu lalu, tidak untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, informasi tersebut bertujuan agar masyarakat kian sadar menghadapi bencana bisa terus meningkat.
“Ini harus dipahami. Apa yang disampaikan oleh Prof Widjo itu potensi yang memang ada dan sekali lagi bukan prediksi. Mau tidak mau, masyarakat harus siap menghadapi,” katanya.
Biwara meminta masyarakat menyikapi informasi tersebut dengan bijak dan tidak panik. Masyarakat juga diharapkan lebih dewasa dalam menyaring informasi. Tidak terpancing dan terprovokasi terhadap isu yang tidak jelas. “Tidak usah resah. Yang paling penting bagaimana masyarakat bisa merespon dengan baik, siap siaga agar memahami kondisi dan potensi itu,” katanya.
Pemda DIY, katanya, merespons potensi tersebut dengan menyiapkan masyarakat di wilayah. Setiap kawasan pantai akan diubah menjadi desa tangguh bencana (destana). “Sebab belum semua desa di sana menjadi destana.”
Dari 301 desa di DIY yang masuk rawan bencana, baru 260 desa yang menjadi destana. Sementara, di sepanjang pesisir selatan, baru 29 desa yang menjadi. Di Bantul terdapat delapan destana, Gunungkidul 11 destana dan Kulonprogo 10 destana. “Lainnya akan terus kami bentuk Destana pada 2020 mendatang,” kata Biwara.
BPBD DIY juga akan membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) serta pemasangan jalur evakuasi warga. BPBD juga akan menggelar ekspedisi destana tsunami mulai Rabu (24/7/2019) hingga Senin (29/7/2019) mendatang. Rencananya, ada 4 lokasi di sepanjang pantai selatan yang akan dijadikan sentra kegiatan ekspedisi ini. “Ada empat titik yang dijadikan pemberhentian ekspedisi yakni Songbanyu dan Kemadang di Gunungkidul, Poncosari Bantul, Bugel Kulonprogo,” kata Kasubid Pencegahan BPBD DIY Ali Sadikin.
Ekspedisi tersebut berisi sosialisasi penanggulangan bencana di sekolah, pasar-pasar, tempat ibadah hingga balai desa. Selain itu, aparatur desa di kawasan pesisir pantai juga akan dibekali pemahaman mengenai mitigasi bencana. “Ekspedisi ini menjadi model yang dapat dilakukan di wilayah lain yang rawan bencana,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mengapresiasi layanan BPJS Ketenagakerjaan dan mendorong sinergi pemberdayaan peserta serta ahli waris melalui UMKM dan pelatihan.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.
DPR dan pemerintah menyepakati RUU Reforma Agraria dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II untuk menuntaskan konflik agraria.
Prabowo telah enam kali merombak kabinet hingga September 2026. Simak kronologi reshuffle dan daftar pejabat yang berganti, termasuk tiga nama Menteri Keuangan.