Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jampe Johnson saat tampil di Panggung Terbuka TBY dalam acara Musik Malam TBY, Selasa (23/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Lama tak terdengar kabarnya, grup band beraliran rock n roll asal Jogja, Jamphe Johnson kembali tampil di depan para penggemarnya. Kali ini mereka hadir di Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang digelar di Panggung Terbuka TBY, Selasa (23/7/2019).
Dengan mengangkat tema perTUNJUKan #2, event reguler TBY itu menampilkan sejumlah genre seni, mulai dari musik, tari, teater hingga seni rupa.
Inisiator Musik Malam TBY, Heri Macan mengatakan tema perTUNJUKan #2 merupakan kelanjutan dari tema perTUNJUKan yang sudah digelar pada 25 Juni lalu. Dengan tema ini, panitia mengajak para pegiat seni untuk menunjukkan karya mereka. "Kata tunjuk-nya pakai huruf kapital, karena mengajak penampil menunjukkan karyanya," kata dia saat ditemui di TBY, Selasa.
Dengan konsep ini Musik Malam TBY tidak hanya menampilkan musik, tapi juga ragam seni lainnya. Para seniman itu ditugasi untuk mereslon setiap karya musik gang ditampilkan masing-masing grup band. "Mereka kami ajak saling kolaborasi," katanya.
Kali ini Musik Malam TBY menampilkan sejumlah grup band lintas genre yang meliputi Laf, Korek Kayu, Dharma dan grup kawakan beraliran blues rock n roll, Jampe Johnson. Pertunjukan dibuka penampilan Laf yang membawakan lima lagu bernuansa jaz dengan beat yang mengajak penonton bergoyang. Mereka terbentuk pada 2017 silam dari lingkaran permusikan kafe.
Vokalis Laf, Gilbert Pohan, mengungkapnya band-nya telah merilis dua single yang bisa diakses di kanal online seperti Spotify. "Sekarang sudah ada lima lagu, tahun ini rencananya mau rilis mini album," katanya.
Lalu untuk kelompok seni yang merespons karya-karya mereka terdiri dari teater Melintasi Militansi; tari dari Clepret Dance dan performing art dari Adorebel. Mereka menampilkan karyanya masing-masing di tengah permainan musik dari grup band.
Koreografer Clepret Dance, Widi Pramono, mengatakan untuk merespons musik ia harus mendengarkan, berkomunikasi dengan musisi dan mendiskusikannya dengan anggota kelompok. "Kami translate karya musik ke dalam gerak tubuh," katanya.
Clepret Dance merupakan komunitas tari yang mengakomodasi baik tari tradisional maupun kontemporer. Anggotanya merupakan mahasiswa lintas kampus yang memang sudah memiliki basic menari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.