Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Jampe Johnson saat tampil di Panggung Terbuka TBY dalam acara Musik Malam TBY, Selasa (23/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Lama tak terdengar kabarnya, grup band beraliran rock n roll asal Jogja, Jamphe Johnson kembali tampil di depan para penggemarnya. Kali ini mereka hadir di Musik Malam Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang digelar di Panggung Terbuka TBY, Selasa (23/7/2019).
Dengan mengangkat tema perTUNJUKan #2, event reguler TBY itu menampilkan sejumlah genre seni, mulai dari musik, tari, teater hingga seni rupa.
Inisiator Musik Malam TBY, Heri Macan mengatakan tema perTUNJUKan #2 merupakan kelanjutan dari tema perTUNJUKan yang sudah digelar pada 25 Juni lalu. Dengan tema ini, panitia mengajak para pegiat seni untuk menunjukkan karya mereka. "Kata tunjuk-nya pakai huruf kapital, karena mengajak penampil menunjukkan karyanya," kata dia saat ditemui di TBY, Selasa.
Dengan konsep ini Musik Malam TBY tidak hanya menampilkan musik, tapi juga ragam seni lainnya. Para seniman itu ditugasi untuk mereslon setiap karya musik gang ditampilkan masing-masing grup band. "Mereka kami ajak saling kolaborasi," katanya.
Kali ini Musik Malam TBY menampilkan sejumlah grup band lintas genre yang meliputi Laf, Korek Kayu, Dharma dan grup kawakan beraliran blues rock n roll, Jampe Johnson. Pertunjukan dibuka penampilan Laf yang membawakan lima lagu bernuansa jaz dengan beat yang mengajak penonton bergoyang. Mereka terbentuk pada 2017 silam dari lingkaran permusikan kafe.
Vokalis Laf, Gilbert Pohan, mengungkapnya band-nya telah merilis dua single yang bisa diakses di kanal online seperti Spotify. "Sekarang sudah ada lima lagu, tahun ini rencananya mau rilis mini album," katanya.
Lalu untuk kelompok seni yang merespons karya-karya mereka terdiri dari teater Melintasi Militansi; tari dari Clepret Dance dan performing art dari Adorebel. Mereka menampilkan karyanya masing-masing di tengah permainan musik dari grup band.
Koreografer Clepret Dance, Widi Pramono, mengatakan untuk merespons musik ia harus mendengarkan, berkomunikasi dengan musisi dan mendiskusikannya dengan anggota kelompok. "Kami translate karya musik ke dalam gerak tubuh," katanya.
Clepret Dance merupakan komunitas tari yang mengakomodasi baik tari tradisional maupun kontemporer. Anggotanya merupakan mahasiswa lintas kampus yang memang sudah memiliki basic menari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.