Jelang Hari Raya Kurban, Bantul Mewaspadai Antraks

Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019). - Istimewa
24 Juli 2019 05:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Menjelang perayaan Idul Adha pada Agustus depan, Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPPK) Bantul berjanji akan mencegah dan melakukan upaya penyebaran penyakit antraks.

Kepala DPPK Bantu, Pulung Haryadi menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan upaya pengawasan terkait dengan regulasi yakni dengan pengecekan Surat Kesehatan Hewan (SKH). Hal itu adalah sebuah bukti validasi bahwa sapi atau hewan kurban lainnya dinyatakan benar-benar sehat.

“Regulasi ini juga berlaku bagi hewan kurban yang berasal dari daerah lain. Termasuk dari Jawa hingga luar daerah lainnya, Jadi pada dasarnya gak ada larangan membeli hewan kurban dari Kabupaten Gunungkidul atau daerah lain, namun dipastikan hewan kurban tersebut memiliki SKKH dari daerah asal,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu (21/7/2019).

Ia menyatakan hal tersebut adalah merupakan upaya pencegahan penyakit melalui jalur distribusi. Guna mendukung personil kesehatan hewan yang sudah ada.

“Jadi perekrutan 100 dokter yang kemarin itu juga termasuk upaya kami untuk mencegah penyakit antraks masuk kesini. Mereka [dokter] selain melakukan vaksin, mereka juga ikut memantau di pasar hewan kurban sebelum hari H,” ucapnya.

“Kalau yang perekrutan takmir masjid itu adalah upaya kami agar proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat agama,” jelasnya.

Sedangkan untuk personil takmir masjid pihaknya juga telah melakukan seleksi dan pembekalan. Selain itu, para takmir masjid juga akan dilakukan pelatihan.