Suharsono-Halim Dinilai Kian Tak Akur, Ini Buktinya

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) bersama Bupati Bantul Suharsono (kiri) dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih (kanan) saat membuka Bantul Ekspo 2019 di Pasar Seni Gabusan, Jumat (26/7/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
29 Juli 2019 15:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Berlomba-lomba memasang spanduk dan baliho yang memampang potret mereka masing-masing, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bantul Suharsono-Abdul Halim Muslih dinilai kian tak akur. Salah satu anggapan itu justru muncul dari partai politik pengusung keduanya saat Pilkada 2015 lalu, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Bantul, Amir Syarifuddin mengaku sampai sejauh ini partainya masih komitmen untuk mendukung Suharsono-Halim sampai akhir masa jabatan mereka berakhir 2021 mendatang.

Meski begitu, dia tak menampik hubungan antara Suharsono dan Abdul Halim kian merenggang menjelang Pilkada 2020. “Saya harap keduanya masih kompak memimpin Bantul. Kalau memasang baliho, ya harusnya pasang baliho itu [memampang potret] berdua, jangan sendiri-sendiri,” kata pria yang dalam Pemilu lalu lolos jadi anggota DPRD DIY tersebut kepada Harianjogja.com, Senin (29/7/2019).

Dari pantauan Harian Jogja, sejumlah spanduk dan baliho, baik yang memampang potret Suharsono maupun Abdul Halim tersebar di beberapa titik. Salah satu yang cukup besar adalah baliho bergambar Abdul Halim di simpang Gose, Kecamatan Bantul, tepatnya di seberang gedung DPRD Bantul.

Kendati pasangan yang diusung partainya itu kini sudah semakin renggang, dia mengaku tidak mempersoalkan jika keduanya sama-sama akan mencalonian diri di Pilkada 2020 selama tidak menyalahi aturan. “Bagaimanapun ini baik untuk iklim demokrasi. Hanya, saya harap baik Suharsono maupun Halim harus sama-sama berkomitmen menyelesaikan persoalan Bantul hingga akhir jabatan,” ucap Amir.

Menurut dia, banyak evaluasi dari kepemimpinan Suharsono dan Halim selama lima tahun terakhir. Di antaranya soal janji mereka mewujudkan pendidikan dasar dan kesehatan gratis bagi masyarakat Bantul dan membangkitkan usaha mikri kecil menengah (UMKM). "Saya ingatkan kepada beliau berdua tolong kompak sampai akhir biar berdua husnulkhatimah," ujar dia.

Dalam berbagai kesempatan, Suharsono pun sudah mengutarakan niatnya untuk maju kembali di Pilkada Bantul 2020. Dia bahkan mengklaim sudah mendapat dukungan dari Gerindra sebagai partai pengusungnya.

Saat ini dia tinggal pendekatan dengan beberapa partai lain terutama partai yang koalisi dalam pilkada 2015 lalu. “Namun demikian saya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan tugas saya sebagai Bupati Bantul hingga akhir jabatan,” kata dia.

Setali tiga uang, Abdul Halim Muslih juga sudah menyatakan kesiapannya jika Partai Kebangkitan Bangsa, partai politik tempatnya bernaung meminta dirinya maju dalam Pilkada 2020. Namun jika PKB yang merupakan partai tempat dia bernaung tidak mengizinkannyapun dia tidak mempersoalkan. “Pada prinsipnya, saya siap apapun instruksi partai. Karena bagaimanapun saya ini kan pengurus partai,” ucap dia.

Seperti diketahui, Suharsono saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra. Kursi DPRD Bantul yang diperoleh Gerindra selama Pemilu 2019 beberapa waktu lalu sebanyak delapan kursi. Sementara Abdul Halim tercatat sebagai Ketua DPC PKB Bantul. Dalam Pemilu lalu, PKB meraih enam kursi. Artinya, kedua partai ini sama-sama membutuhkan koalisi.