Merasa Tak Lagi Miskin, Jumlah Penerima Bantuan PKH di Kulonprogo Terus Berkurang

Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
30 Juli 2019 20:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Jumlah keluarga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) terus berkurang karena warga sebagian merasa sudah mampu secara ekonomi. Pemkab Kulonprogo lantas mengeluarkannya dari daftar KK penerima bantuan PKH.

Koordinator PKH Kabupaten Kulonprogo, Totok Hariyanta mengatakan, di tingkatan penerima PKH, warga yang merasa mampu sudah dengan sendirinya mengundurkan diri. "Ada yang keluar sendiri, ada yang dikeluarkan. Tapi untuk jumlah secara keseluruhan yang keluar saat ini masih kami himpun, finalisasi data di Agustus," ujarnya pada Selasa (30/7/2019).

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, dari 2017 sampai Februari 2019, total sudah ada 858 KK yang dicoret dari daftar penerima PKH karena dianggap sudah mampu.

Totok mengatakan, pihaknya mendorong agar tiap KK tidak bergantung pada bantuan PKH tersebut dan bisa keluar dari lingkaran daftar penerima PKH. Untuk itu, pihaknya melakukan intervensi pada penerima PKH dengan berbagai pelatihan.

"Kami berikan dorongan mulai dari peningkatan kemampuan keluarga, pengelolaan keuangan, atau dorongan agar bisa berwirausaha," tuturnya. Intervensi tersebut dilakukan dalam wadah Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) yang digelar sebulan sekali.

Ia mengatakan, setiap sebulan sekali, melalui pendamping PKH, data penerima PKH dikroscek. Apabila ada yang sudah mampu dan tidak layak lagi menerima bantuan PKH maka pihaknya langsung meminta untuk mengundurkan diri. "Kalau tidak mau mengundurkan diri, langsung dicoret," kata Totok.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinsos P3A Kulonprogo, Abdul Kahar mengatakan, untuk tahun ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan PKH pada 32.893 KK di tahap pertama. "Skema pembagian di tahun ini juga berubah, ditentukan berdasarkan jumlah komponen penerima di tiap KK," jelasnya. Komponen penerima bantuan PKH terdiri dari ibu hamil, anak sekolah, difabel, dan lansia.