Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah diimbau untuk menyediakan akses Internet yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan akademik.
Kepala Bidang Persandian dan Telekomunikasi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, Tri Haryanto mengatakan saat ini seluruh sekolah di Kota Jogja telah terkoneksi dengan Internet. Selain untuk para guru dan karyawan, akses Internet tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh para peserta didik. “Namun tetap ada batasan-batasan. Untuk itu Pemkot membuat setting webs yang bisa diakses dan jam penggunaan,” ucap dia di sela-sela kegiatan lokakarya Internet Sehat bagi Para Guru yang dielar di Royal Darmo Malioboro Hotel, Selasa (6/8/2019).
Melalui lokakarya tersebut, kata Tri, para tenaga pendidik mendapatkan sejumlah materi, di antaranya regulasi dan keamanan informasi, psikologi anak dalam penggunaan internet, dan pengalihan penggunaan internet secara positif. “Guru perlu memahami psikologi anak terkait Internet, tidak asal melarang,” katanya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan Internet kini memang sudah bukan hal asing bagi anak-anak. Oleh karena itu orang tua bertugas menjadi benteng agar aktivitas anak-anak dalam menggunakan Internet bisa tetap terjaga.
Selain itu sekolah juga bertanggung jawab mengondisikan anak-anak untuk menggunakan Internet secara bijak. Terlebih di kurikulum saat ini peserta didik berperan lebih aktif dengan presentasi dan diskusi. “Sebagai bahan mereka kerap merujuk ke Internet, padahal tidak semuanya benar. Kebanyakan sumber di Internet hanya copy paste,” ujarnya.
Melalui lokakarya tersebut, dia berharap para guru selain memberi tugas pada peserta didik untuk mencari bahan sendiri, juga memberi tahu mana saja sumber yang valid dan mana yang abal-abal. “Guru seharusnya bisa membuat ekosistem penggunaan internet sehat di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Heroe.
Masifnya penggunaan Internet juga ia lihat sebagai tantangan bagi para guru. Sebab saat ini sudah banyak bahan-bahan pelajara yang bisa diakses di Internet. Itulah sebabnya guru harus bisa menyediakan bahan pelajaran yang lebih daripada yang sudah ada di Internet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.