Ada Program Dua Jam Tanpa Media Elektronik di Desa Ngoro-Oro Gunungkidul

Ilustrasi kecanduan gadget. - netmag.pk
08 Agustus 2019 22:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, menggalakan program dua jam tanpa media elektronik mulai pukul 18.00 WIB-20.00 WIB. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk keprihantinan menurunnya kualitas pendidikan anak-anak akhir-akhir ini.

Kepala Desa Ngoro-Oro, Sukasto, mengatakan deklarasi program dua jam tanpa media elektronik sudah diikrarkan di balai desa pada awal Agustus 2019. Deklarasi mengundang seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga kepala sekolah di wilayah Desa Ngoro-Oro. “Deklarasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Patuk, khususnya Desa Ngoro-Oro,” kata Sukasto saat dihubung wartawan, Kamis (8/8/2019).

Menurut dia, gerakan ini berawal dari keprihatinan masyarakat tentang menurunnya kualitas pendidikan anak-anak. Hal ini terlihat dari hasil ujian nasional, dimana Kecamatan Patuk menduduki peringkat 16 dari 18 kecamatan di Gunungkidul. “Biasanya bisa masuk lima besar tapi tahun ini malah terlempar ke urutan 16,” katanya.

Sukasto menjelaskan program dua jam tanpa media elektronik ini dilaksanakan setiap hari. Selama rentang pukul 18.00 WIB-20.00 WIB masyarakat diminta untuk tidak memegang maupun melihat TV, radio, ponsel hingga smartphone.

Diharapkan selama dua jam ini difokuskan untuk belajar bagi anak-anak dan para orang tua memberikan pendampingan. Terdapat dua program yang dijalankan, yakni satu jam pertama digunakan untuk pendalaman belajar agama dan satu jam berikutnya dimanfaatkan untuk belajar mata pelajaran di sekolah. “Di tempat kami semua warga muslim, jadi bagi keluarga yang belum memiliki Alquran, di balai desa sudah menyiapkannya dan bisa diambil untuk pendalaman agama,” katanya lagi.

Meski sudah ada deklarasi dua jam tanpa media elektronik, Sukasto mengungkapkan bahwa pelaksanaan masih sebatas imbauan sehingga pihak desa belum menyiapkan sanksi bagi yang melanggar.

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, mendukung penuh program yang dilaksanakan di Desa Ngoro-Oro. Menurut dia dengan program dua jam tanpa media elektronik diharapkan bisa meningkatkan hubungan di dalam keluarga. “Tujuannya adalah untuk berupaya memberikan proses belajar yang baik kepada anak-anak. Harapannya, program ini bisa dilaksanakan di desa lain,” katanya.