25 Lurah Gunungkidul Cuti, Carik Didaulat Jadi Plt
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.
GKR Hemas saat berkunjung ke kebun milik KWT Marsudi Mulyo yang mengembangkan program KRPL di area pekarangan rumah di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Rabu (14/8/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Anggota DPD RI dari Dapil DIY, GKR Hemas, melakukan kunjungan kerja ke Gunungkidul, Rabu (14/8/2019). Dalam kunjungannya, Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini berkesempatan meninjau program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Marsudi Mulyo di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.
“Program ini sangat bagus karena memanfaatkan lahan di area pekarangan untuk berbagai tanaman mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” kata Hemas kepada wartawan, Rabu.
Menurut dia, keberadaan KRPL memberikan banyak manfaat. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah berkurangnya lahan pertanian, kegiatan ini juga untuk memberdayakan masyrakat. Pasalnya, penerapan pertanian perkotaan yang dilakukan KWT berdampak langsung terhadap ekonomi, sosial, penggunaan energi, jejak karbon, polusi (udara, tanah, dan suara), serta peningkatan ketersediaan dan kualitas bahan pangan. “Orang yang aktif bertani, suka bercocok tanam bermanfaat untuk menurunkan tingkat stres sehingga dapat meningkatkan kesehatan mental,” katanya.
Hemas berharap program KRPL di Wukirsari terus dikembangkan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif bagi kesehatan warga. “Ini program bagus dan harus terus dikembangkan,” katanya.
Dalam kunjungannya Hemas juga meminta masukan terkait dengan program. Ia berjanji akan menyampaian aspirasi ini ke Pemerintah Pusat maupun Pemda DIY agar diwujudkan di dalam program. Salah satunya untuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyrakat. “Saran dan masukan yang diberikan akan saya tampung dan akan diperjuangkan ke pemerintah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, yang ikut mendampingi GKR Hemas menyatakan program KRPL sangat baik karena selain sebagai program pemberdayaan masyarakat, juga sebagai upaya meningkatkan program ketahanan pangan. “Sangat baik karena melalui KRPL lahan-lahan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk tanaman produktif, seperti sayur-sayuran hingga buah-buahan. Adapun hasilnya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan yang sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.
Hujan tipis mulai turun di Bantul setelah kemarau panjang. Pajangan belum hujan sejak Juni dan warga masih menghadapi persoalan air bersih.
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.