Catat Tanggalnya, Dispar Sleman Gelar Jelajah Wisata di Lereng Merapi

Ilustrasi Gunung Merapi - Ist/Gitsayanto via Twitter BPPTKG
20 Agustus 2019 16:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman akan menggelar Jelajah Wisata 2019 pada 25 Agustus mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Turi, Sleman tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di lereng Gunung Merapi.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan dengan mengusung tema Ngadem Sik, para peserta event tersebut akan diajak berjalan kaki mengelilingi perbukitan di kawasan lereng Merapi dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer. Perjalanan peserta akan dimulai dari Bumi Perkemahan Lembah Merapi di Desa Sidorejo, Girikerto, Turi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Desa Wisata Tunggularum dan Bumi Perkemahan Lembah Merapi yang berada di lereng selatan Gunung Merapi,” kata Sudarningsih, Selasa (20/8/2019).

Dalam acara itu, dinasnya menargetkan 1.000 peserta hadir. Sampai saat ini diakui dia sudah ada 600 peserta yang mendaftar, baik peserta yang berasal dari DIY maupun luar DIY. “Untuk mempermudah peserta, ada banyak rumah warga di sekitar Bumi Perkemahan Lembah Merapi yang siap dijadikan tempat menginap peserta jika diinginkan. Kami mengedepankan keamanan. Ini sesuai dengan Sapta Pesona,” ucap dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dispar Sleman Eka Priastana Putra menambahkan Kecamatan Turi memang terkenal dengan banyak desa wisata. Event ini, kata dia, merupakan sarana promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. “Sepanjang trek event ini juga banyak spot-spot yang cukup menarik untuk penggemar fotografi,” ujar dia.

Lebih jauh, Eka menjelaskan potensi desa wisata di lereng Merapi sangat besar dan terus bermunculan. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan desa wisata terus dilakukan oleh Dispar. “Pengelola desa wisata juga bergabung dalam forum komunikasi [forkom], kami adakan pertemuan dan pembinaan, mereka membutuhkan apa, nanti diagendakan untuk kami fasilitasi,” ujar dia.

Selain itu, Dispar juga tengah menyusun konsep kegiatan agar bisa tinggal di desa wisata. "Ada event Java Summer Camp yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti. Kami ubah konsepnya. Kalau dulu pengertian camp berarti di tenda, untuk tahun ini diubah dan kami dorong peserta tinggal di desa wisata. Jadi tematiknya mengenal budaya setempat," ujar dia.