Jelang Panen Harga Anjlok, Petani Bagikan Bawang Merah Secara Gratis

Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal. - Harian Jogja/David Kurniawan
24 Agustus 2019 11:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Harga bawang merah di Bantul anjlok sejak sepekan terakhir atau menjelang panen raya. Beberapa petani dan relawan yang peduli nasib petani menggelar aksi bagi-bagi bawang merah gratis sebagai bentuk keprihatinan. Aksi dilakukan di Simpang Empat Dongkelan, Bantul, Jumat (23/8/2019).

Sebanyak dua karung atau sekitar 1 kuintal bawang merah yang dibagikan gratis kepada pengguna jalan.  Rujito, salah satu petani bawang merah dari Desa Srigading, Sanden Bantul, mengaku baru panen bawang di lahan sekitar satu hektare, namun ditawar hanya Rp5.000 per kilogram.

Menurut dia, saat ini hampir semua petani bawang merah di lahan pasir pesisir selatan sudah panen sejak sepekan terakhir. Namun untuk lahan basah atau persawahan baru akan panen sekitar dua pekan lagi. “Sekarang panen raya lahan pasir saja harganya jatuh apalagi panen raya semua bisa jatuh lagi,” kata Rujito.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bantul turun tangan mengatasi nasib petani bawang merah. Sartono, petani bawang merah lainnya yang tidak ikut aksi juga mengungkapkan hal yang sama. Melalui sambungan telepon, petani di pesisir selatan Bantul ini mengaku memiliki lahan bawang merah sekitar setengah hektare. Namun yang sudah dipanen pada pekan lalu baru sekitar 2800.

Saat ini bawang yang sudah dipanen tersebut masih banyak belum dijual karena tidak laku. Jumlahnya mencapai sekitar 5,5 ton. Tengkulak saat ini enggan membeli di atas harga Rp5.000 per kilogram. Sartono mengaku enggan menjual bawang di bawah Rp5.000 karena kerugian semakin banyak jika harus menjual di harga itu.

Solusinya ia tetap menyimpan bawang hasil panen dan menunggu di harga minimal Rp7.500 per kilogram. Menurut dia, harga bawang Rp5.000-7.500 per kilogram saat ini termasuk katagori super. Harga bawang tersebut sebelum Idul Adha lalu bisa laku sampai Rp13.000-20.000 per kilogram,

“Harga pasaran sekarang Rp5.000 sampai Rp7.500 per kilogram tapi untuk yang beli eceran langsung masih bisa Rp8.000-10.000 per kilogram. Tapi yang beli eceran kan lama paling banyak hanya puluhan kilogram jadi lakunya lama,” kata Sartono.

Ia mengatakan saat ini memang sebagian besar petani bawang sudah panen dan secara keseluruhan panen raya bawang merah akan terjadi dalam dua pekan ke depan. Tidak hanya di Bantul, Sartono menyebut petani di luar daerah juga sedang panen raya, salah satunya di Nganjuk, Jawa Timur.

Murahnya harga bawang merah di tingkat petani juga selaras dengan yang dijual di pasar. Dari pantauan Harianjogja.com di Pasar Bantul, harga bawang merah Rp15.000-17.000 per kilogram. Sebelumnya harga bawang merah ukuran besar tersebut Rp20.000-23.000. “Sudah dua minggu ini turun terus harganya bawang merah,” kata Sumiyatun, salah satu pemilik kios sayuran di Pasar Bantul.

Perempuan yang biasa disapa Atun ini mengatakan biasanya ia bisa mengambil bawang dua karung dengan isi sekitar 120 kilogram dari pengirim di Jawa Timur, iasanya dalam sehari langsung habis, namun sejak sepekan terakhir baru habis tiga hari. “Biasanya kalau ada panen raya di daerah Samas harga bawang merah memang selalu turun. Tahun lalu juga begitu,” ucap dia.

Selain bawang merah, komoditas lainnya yang turun harga di Kios Sumiyatun adalah bawang putih dari Rp25.500 saat ini menjadi Rp24.000 per kilogram. Cabe rawit merah Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp68.000. Bahkan cabe rawit merah ini sempat menembus angka Rp85.000 per kilogram saat momen Iduladha. Sementara cabe hijau Rp29.000 dan cabe kriting Rp50.000 per kilogram.

Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Bambang Pin Erwanto mengatakan harga bawang merah saat ini terjadi penurunan harga karena ada panen raya secara bersamaan Selama Agustus-September di beberapa wilayah luar DIY. Menurut dia, kedua daerah pemasok bawang merah tersebut selama ini juga masuk DIY termasuk Bantul.

Sejak awal tahun pihaknya mengaku sudah mengingatkan kepada para petani terkait hal tersebut. “Kami sudah wanti-wanti sebelumnya bahwa menjelang akhir Agustus hingga September akan ada panen raya barang merah di Nganjuk dan Brebes yang berpotensi menurunkan harga bawang,” kata Bambang.

Hasil pemantauan DP2KP Bantul di pasaran, kata Bambang, harga bawang merah masih di kisaran Rp13.000-15.000 per kilogram sehingga penurunannya tidak terlalu anjlok. Ia mengatakan penurunan hal yang wajar karena pasokan bawang merah melimpah. Dalam catatan DP2KP Bantul panen bawang di Bantul saat ini belum serentak. Baru wilayah Samas sekitar 200 hektare dan lahan basah persawahan sekitar 250 hektar.

Disinggung soal kemungkinan Pemkab membeli bawang merah dari petani, Bambang mengaku tidak ada program membeli bawang langsung dari petani. Pihaknya hanya melakukan pendampingan dan pembinaan pada para petani.