Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Bantuan droping air dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan bagi warga Kulonprogo yang kekurangan air bersih. Total sampai akhir Agustus ini, bantuan dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan sebanyak 136 tangki.
Bantuan tersebut menambah jumlah droping air yang disalurkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), selama Agustus ini, total droping air ke seluruh wilayah Kulonprogo yang kekurangan air bersih sebanyak 256 tangki dengan masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
"Ada dari APBD [Pemda DIY] sebanyak 136 tangki, ditambah CSR [Corporate Social Responsibility] sebanyak 120 tangki untuk bulan ini," ujar Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos P3A Kulonprogo, Sumiyati pada Selasa (27/8/2019).
Bantuan droping air dari Pemda DIY datang sejak awal bulan ini. "Setiap tahun Dinsos DIY selalu mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi kekurangan air bersih atau kekeringan di musim kemarau. Bantuan diberikan pada tiga kabupaten yaitu Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul," tutur Sumiyati.
Mengingat musim kemarau yang masih berlangsung dan diperkirakan sampai Oktober nanti, kemungkinan droping air bersih akan terus dilakukan. Ia mengatakan, warga yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau bisa mengajukan droping air ke Pemkab Kulonprogo.
"Bisa mengajukan proposal, nanti diajukan ke Bupati. Ada tembusan dari pihak desa dan kalau bisa juga dari kecamatan agar mereka juga mengetahui masalah warga," ucap Sumiyati.
Ia mengatakan, sampai saat ini bantuan dari Pemkab Kulonprogo melalui APBD Kabupaten urung diberikan karena status kekeringan belum sampai darurat. "Saat ini yang masih kekurangan air bersih ada di beberapa wilayah seperti Samigaluh, sebagian desa di wilayah Girimulyo, sebagian desa wilayah Kokap, dan Nanggulan sebagian kecil," kata Sumiyati.
Apabila sudah ada status darurat, maka anggaran kedaruratan dari Pemkab Kulonprogo pun akan digunakan. Tahun ini anggaran kedaruratan disediakan sebanyak Rp3,6 miliar salah satunya untuk penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan sebelumnya anggaran kedaruratan tersebut sudah digunakan untuk menanggulangi banjir Maret lalu. Kini, anggaran yang tersisa sebanyak Rp1,6 miliar. "Kalau untuk kekeringan di musim kemarau kami akan keluarkan apabila sudah dibutuhkan dan sudah ada status darurat," ujar Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple menguasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III-2026. Samsung berada di posisi kedua, disusul Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis. Pieter Huistra berharap hasil itu mendongkrak kepercayaan diri tim saat menghadapi Bhayangkara FC.
WhatsApp memperbarui fitur Acara. Pengguna kini bisa mengundang orang tanpa akun melalui tautan dan mengelola konfirmasi kehadiran.
Cristiano Ronaldo mengakhiri karier internasional setelah 23 tahun. Simak rekor bersama Portugal dan sumber kekayaan US$1,2 miliar.
Warga mengapresiasi pelayanan RS Saras Adyatma Bantul yang dinilai cepat, rapi, ramah, serta tidak membeda-bedakan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan.