Wayang Orang di Balai Budaya Desa Sinduharjo Angkat Tema Kepahlawanan

Pertunjukan wayang orang dengan mengangkat lakon Gatot Kaca Sungging digelar di Balai Budaya Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/8/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
01 September 2019 23:12 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pentas wayang orang dengan mengangkat lakon Gatot Kaca Sungging digelar di Balai Budaya Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/8/2019).

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 pada tanggal 17 Agustus 2019 sebagai wujud kecintaan dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan. Wayang orang merupakan ajang ekspresi seni sekaligus menjadi tontonan yang dapat meningkatkan pariwisata di desa Sinduharjo.

Sebagaimana tema peringatan 17 Agustus tahun ini, lanjut Aria, yaitu SDM unggul Indonesia Maju, wayang orang dengan para pemain dari warga bisa menjaga tradisi masyarakat.

“Tidak hanya menempati dimensi fisik, ekspresi rasa seni, dan muatan pesan keluhuran budi, tetapi berpadu padan dengan dengan dimensi spiritual yang kental,” kata Aria, Sabtu (31/8).

Oleh karena itu, lanjut Aria, pementasan wayang selalu menjadi media yang sangat efektif memberikan pencerahan kepada masyarakat yang menyaksikan sekaligus memberikan suasana batin yang padu antara alam dengan penghuninya.

Seluruh potensi kepariwisataan yang meliputi manusia dan aktivitasnya seperti ekonomi, sosial dan budaya serta keindahan alam yang dimiliki perlu niat pemicu yang kuat jika ingin dikembangkan.

Oleh karena itu, pergelaran pentas budaya wayang yang diselingi dengan atraksi kesenian tari anak anak serta Musik Keroncong diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Ketua RT 03/RW 25 Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman dan juga selaku Ketua Panitia Gelar Seni Wayang Orang dengan Lakon Gatut Kaca Sungging dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Supardiman Gandung mengatakan wayang orang merupakan tradisi yang masih dipegang erat oleh warga Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik.

Warga RT 03/RW 25 Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, terlibat penuh dalam pementasan wayang orang. “Wayang orang terdiri dari warga sekitar, mulai dai anak muda sampai ada yang sudah sepuh juga masih semangat menjadi wayang orang, kita terus jaga budaya ini karena kalau bukan kita siapa lagi,” ujar dia.

Pentas tersebut dibiayai swadaya dari masyarakat desa Sinduharjo. Balai Budaya Desa Sinduharjo juga menggelar sanggar tari, ketoprak, srunthul, dan juga diisi dengan keikutsertaan dari anak anak.

“Ada sekitar 60 anak anak yang aktif berlatih di sanggar budaya, lakon Gatot Kaca Sungging ini mengangkat tema kepahlawanan unsur keagamaan, dan kebudayaan. Tahun kemarin itu wayang kulit, tujuannya itu pertama mempererat tali silaturahmi RT 03/RW 25 Sinduharjo Ngaglik, kedua, nguri uri kebudayaan karena bukan kita siapa lagi,” katanya.