Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Suasana Audiensi antara warga Menayu Lor yang menolak menara telekomunikasi dengan Diskominfo Bantul yang didampingi oleh Ketua Satpol PP Bantul, pada Rabu (4/9/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL – Geram tidak lekas mendapatkan kejelasan terkait dugaan radiasi buruk yang disebabkan oleh menara telekomunikasi dari Dinas Kominfo Bantul, warga Menyau Lor, Dusun Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, menggeruduk Pemkab Bantul pada Rabu (4/9/2019).
Salah satu perwakilan warga, Waljito, mengatakan aksi damai ini bertujuan untuk menolak adanya menara telekomunikasi tersebut dan juga meminta untuk dinas yang terkait segera memindahkan menara tersebut.
“Warga sudah resah dengan adanya menara itu, sehingga hari ini kami mendesak dinas terkait untuk segera membentuk tim untuk menyelidiki lebih lanjut apa benar menara itu menimbulkan radiasi, kalau memang benar dan merugikan kerugian pada masyarakat maka lebih baik dibongkar saja,”kata Waljito.
Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk mengahargai psikologi warga yang sudah trauma dengan adanya menara tersebut, menurutnya warga sudah tidak ingin lagi melihat keberadaan menara itu dan ingin hidup tenang.
“Masyarakat sekarang dalam keadaan trauma, sampai ada anak balita yang cacat yang dugaanya dikarenakan radiasi itu, kemudian ada beberapa alat elektronik warga yang rusak ketika ada petir. Selama ini kan belum ada penjelasan tentang hal itu, kami kesini juga untuk meminta kejelasan itu,” lanjutnya.
Kepala Dinas Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan lanjut terhadap menara tersebut, katannya hal tersebut akan dilakukan secepat mungkin.
“jadi terkait dengan dugaan-dugaan radias itu kami tampung dulu dan kami akan melakukan pemeriksaan lanjut ke menara tersebut, secara teknis radiasi itu tidak mungkin terjadi tetapi lantaran demi warga kami akan melakukan pemeriksaan radiasi,” katanya.
“Alat untuk mengecek radiasi itu kan tidak semua punya, adanya hanya di Jakarta jadi perusahaan yang terkait harus segera menghubungi pihak yang mempunyai alat tersebut setelah baru kita adakan pengecekan radiasi,” lanjutnya.
Nantinya setelah dilakukan pengecekan radiasi, kata Fenty jika memang masalah warga itu disebabkan oleh radiasi tersebut maka pihaknya akan membongkar menara telekomunikasi tersebut dan jika tidak maka masyarakat harus legowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Aston Villa juara Liga Europa 2025/26 usai mengalahkan Freiburg 3-0 di final berkat gol Tielemans, Buendia, dan Morgan Rogers.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).