Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilusrasi kunjungan kerja. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 47 rombongan Pemkab Klungkung, Provinsi Bali mengunjungi Bantul, Jumat (6/9)/2019. Dalam kunjungannya tersebut, Pemkab Klungkung ingin belajar banyak soal pengelolaan desa wisata dan pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) di Bantul, salah satunya ke Desa Srimulyo, Piyungan.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan Klungkung merupakan kabupaten terkecil di Bali. Secara geografis luasnya hanya 313 kilometer persegi yang terdiri empat kecamatan. Jumlah penduduknya juga lebih kurang 212.000 jiwa, jauh dari jumlah penduduk di Bantul yang hampir mencapai angka satu juta jiwa.
Klungkung juga merupakan pusat peradaban Bali karena kerajaan di Bali bermula dari Klungkung. Namun demikian potensi wisata masih belum berdampak signifikan untuk pemasukan asli daerah (PAD).
Total angka PAD Klungkung baru Rp190 miliar. Nyoman meyakini dalam beberapa tahun ke depan PAD Klungkung sampai pada angka Rp500 miliar, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi desa. "Kami bersama para kepala desa ingin belajar di Desa Srimulyo [Bantul] belajar mengelola desa wisata dan BUMDes. Kami akan optimalkan potensi desa," kata Nyoman.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan Bantul saat ini tengah menggenjot sektor pariwisata, karena menjadi penyumbang PAD terbesar. Saat awal menjabat 2016 lalu PAD pariwisata Bantul baru Rp12 miliar dalam setahun, saat ini sudah mencapai Rp30 miliar dalam setahun.
Terdiri dari 17 kecamatan, 75 desa dan 933 dusun, Bantul memiliki banyak potensi yang sedang dikembangkan melalui desa wisata, desa budaya, dan berbagai kerajinan seperti batik dan gerabah. Dalam waktu dekat ini Bantul juga tengah menata wilayah selatan untuk lebih mengoptimalkan sektor wisata dan pertumbuhan ekonomi warga.
Dalam pengembangan wisata ini, Pemkab Bantul justeru banyak belajar dari Bali. "Tahun depan Pantai Samas akan seperti Sanur di Bali, " kata Suharsono. “Kami juga banyak belajar dari Kabupaten Badung, Bali, bahkan sudah menjalin kerja sama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.