Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Salah satu penampil parade musik selawat pada acara Bangkitnya sura Kami yang akan berlangsung hingga 30 September mendatang di Pondok Pesantren Kaliopak, Bantul./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Guna merayakan Tahun Baru Islam pada tahun ini, Pondok Pesantren Kaliopak, Srimulyo, Piyungan, Bantul, menggelar acara bertajuk Bangkitnya Sura Kami yang dimulai pada Sabtu (7/9/2019) hingga Senin (30/9/2019) mendatang.
Ketua Panitia M Luthfi Alfirdaus menyampaikan acara tersebut merupakan representasi dari rasa syukur kepada Tuhan atas hadirnya Muharam dan juga semangat umat Islam untuk menjaga syariat Nabi Muhammad.
“Bangkitnya Sura Kami ini dimeriahkan dengan doa demi keselamatan, lalu kebangkitan umat Islam untuk menghadapi terjangan arus zaman dengan seluruh dinamikanya yang menantang, hari ini dibuka dengan pembukaan pameran seni rupa Lir-ilir, parade musik selawat, dan ada pembacaan puisi,” katanya ketika ditemui di sela-sela acara pada Sabtu (7/9/2019).
Menurut Firdaus, tahun Hijriah disandarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Pada bulan Muharam, kata dia, terjadi peristiwa-peristiwa besar, seperti diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Raja Fir’aun, keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan paus, disembuhkannya derita penyakit Nabi Ayub, dan masih banyak lainnya.
“Peristiwa-peristiwa itu menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah dan signifikansi bulan Muharam bagi kehidupan keagamaan umat Islam, sehingga dalam bulan tersebut umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah dan memperbanyak amal ibadah,” katanya.
Luthfi mengatakan hingga tanggal 30 mendatang, di ponpes yang diasuh budayawan NU Kiai Jadul Maula tersebut diadakan ragam acara beberbentuk sarasehan serta diskusi yang mengangkat tema Islam Berbudayaan. Acara puncaknya akan berlangsung pada 28 September.
“Di acara puncak akan ada pergelaran wayang kulit dengan lakon Jumenengan Parikesit dari Ki Dalang Sigit Wahyu Saputro, pertunjukan wayang ini sekaligus menjadi penanda ditutupnya seluruh rangkaian acara. Pergelaran wayang dan agenda lainnya diadakan di sini [Pesantren Kaliopak],” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.