Gendhis Siswi SMPN 1 Kalasan Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Ilustrasi DPRD
Harianjogja.com, BANTUL—Petahana dipastikan kembali menduduki takhta pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul untuk lima tahun ke depan. Sedangkan dua orang lainnya yang duduk di tampuk pimpinan merupakan debutan.
Kedua nama petahana itu masing-masing adalah Hanung Raharjo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Nur Subiantoro yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra. Di periode sebelumnya, Hanung Raharjo menjabat sebagai Ketua DPRD Bantul, sedangkan Nur Subiantoro menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Bantul.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Bantul, Joko Purnomo memastikan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk calon ketua DPRD Bantul adalah Hanung Raharjo. Kepastian itu setelah diterimanya surat dan SK DPP tertanggal 4 September lalu. Surat bernomor 560/dpp/IX/2019 itu baru dibahas lima hari kemudian. "DPP [PDIP] memutuskan saudara Hanung Raharjo sebagai calon ketua DPRD Bantul periode 2019-2024 yang diusulkan PDIP," kata Joko kepada Harianjogja.com, Senin (9/9/2019).
Keputusan penunjukan Ketua DPRD Bantul merupakan kewenangan DPP. DPC, kata dia, hanya mengusulkan sejumlah nama. Setidaknya ada sembilan orang yang diusulkan DPC PDIP kepada DPP. Kesembilan orang itu merupakan anggota DPRD Bantul dari Fraksi PDIP, sedangkan dua anggota Fraksi PDIPerjuangan lainnya, yakni Anton Wahono dan Nur Yuni Astuti tidak masuk pengusulan karena baru terpilih menjadi anggota DPRD pada periode ini.
“Dari sembilan orang itu terdapat dua nama yang diprioritaskan, yakni Hanung Raharjo dan Dwi Kristianto, masing-masing sebagai Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Bantul,” ucap Joko.
Namun belakangan DPD PDIP DIY juga mengusulkan nama Aryunadi mrnjadi calon ketua DPRD Bantul ke DPP. Lebih lanjut anggota DPRD DIY ini segera mengusulkan nama Hanung kepada Sekretariat DPRD Bantul untuk ditetapkan.
Adapun Wakil Ketua I DPRD Bantul diisi oleh Nur Subiantoro yang merupakan pengurus DPD Gerindra DIY. Kepastian itu berdasarkan SK DPP Gerindra 08-0068/Kpts/DPP-Gerindra/2019. Ada dua nama dalam SK tersebut, yakni Nur Subiantoro sebagai Wakil Ketua DPRD Bantul periode 2019-2024 dan Datin Wisnu Pranyoto sebagai Ketua Fraksi Gerindra periode 2019-2024. “Menurut saya kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam menghadiri rapat harus senantiasa di tingkatkan. Fungsi pengawasan, penganggaran dan legalisasi sesuai tupoksi tentu juga harus ditingkatkan," kata Nur Subiantoro.
Debutan
Sementara dua orang lainnya yang duduk di kursi pimpinan DPRD Bantul yang merupakan debutan adalah Subhan Nawawi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Damba Aktivis dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Subhan Nawawi membenarkan dirinya mendapat mandat dari DPP PKB untuk mengisi Wakil Ketua II DPRD Bantul. "Iya saya sudah dapat SK-nya dari DPP, sudah agak lama," kata Subhan. Sementara ketua Fraksi PKB saat ini dijabat oleh Yasmuri. Wakil Ketua Pemberdayaan Perempuan DPD PAN Bantul, Surotun memastikan Wakil Ketua III DPRD Bantul dijabat oleh Damba Aktivis berdasarkan rekomendasi dari DPP PAN. "Mas Damba [Damba Aktivis] sebagai Wakil Ketua DPRD Bantul. Ketua fraksinya Wildan Nafis," kata Surotun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.