Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Siswa membawa sajam ke sekolah/Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Siswa SMP di Gunungkidul pembawa sajam ke sekolah lantaran marah HP disita guru dipastikan tidak akan dikeluarkan dari tempat ia menuntut ilmu.
Kepala SMP tersebut, Sriyana, memastikan bahwa pelajar yang videonya viral di media sosial tersebut tetap diperbolehkan bersekolah. Ia tidak menampik, pasca-kejadian, siswa 14 tahun itu sempat tidak masuk sekolah beberapa hari. “Sampai saat ini masih berstatus siswa kami,” kata Sriyana kepada wartawan, Rabu (11/9/2019).
Dia memastikan, siswa yang bersangkutan tidak akan dikeluarkan dari sekolah. Namun demikian, jika yang bersangkutan ingin pindah, maka pihak sekolah siap mencarikan ke tempat belajar yang baru. “Kami tidak menyalahkan atas perbuatan itu karena sebagai kenakalan remaja dan kami siap memberikan pembinaan. Jika anak ingin masuk lagi, kami terima,” katanya.
Wali Kelas siswa, Estuarso mengatakan, peristiwa penyitaan HP di sekolahan merupakan hal yang biasa. Pasalnya, dari sisi kebijakan sekolah melarang siswa membawa gawai ke sekolah.
Menurut dia, siswa yang tertangkap tangan membawa HP sudah banyak dan prosedur pengambilan dengan menyertakan surat pernyataan dari orang tua. “Sebenarnya biasa dan prosedurnya mengajak orang tua mengambil atau kalau tidak dengan membawa surat pernyataan dari orang tua. Tapi, untuk kasus ini ada tanggapan yang berbeda,” katanya.
Estuarso mengatakan, peristiwa pelajar yang membawa sabit ke sekolah sempat viral di dunia maya. Meski demikian, ia menganggap kejadian tersebut hanya kenakalan remaja yang biasa. “Jangan dibesar-besarkan karena semua sudah selesai. Memang kasus sempat muncul, tapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon. Menurut dia, meski sempat viral video pelajar membawa sabit ke sekolah, namun kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan. Namun demikian, untuk mengetahui kronologi kejadian, pihak kepolisian memanggil siswa yang ditemani kakek buyut dan dari sekolah. “Sudah dimediasi dan kasus dianggap selesai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.