Dua Pekan Operasi, 8.096 Pengendara Terjaring Razia

Apel Operasi Keselamatan Lalu Lintas Progo di Polres Gunungkidul. Harian Jogja/Rahmat Jiwandono.
13 September 2019 19:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 8.096 pengendara kendaraan bermotor terjaring razia selama Operasi Patuh Progo 2019. Operasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketertiban dan keselamatan dalam berlalulintas.

Kepala Posko Operasi Patuh Progo 2019, Iptu Jarwanto, mengatakan operasi ini berlangsung selama dua pekan dan berakhir pada Rabu (11/9). Selama operasi, polisi menjaring 8.096 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Menurut dia, dari ribuan pengendara yang melanggar peraturan, mayoritas pelanggar dikenakan sanksi tilang sebanyak 4.331 orang. Sementara, sisanya 3.765 orang dikenakan sanksi teguran. “Tidak semua ditilang karena ada yang ditegur. Misalnya pengendara sepeda motor hanya memakai satu spion, helm tidak dikancingkan itu hanya ditegur. Namun kalau pelanggaran tidak memakai helm dan lain sebagainya, maka langsung ditilang,” kata Jarwanto kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

Selain mendata jumlah pelanggar, saat Operasi Patuh Progo 2019 polisi juga mencatat jumlah kecelakaan. Selama dua pekan operasi, ada 30 kecelakaan yang mengakibatkan kerugiaan material sebanyak Rp17,1 juta. “Selama operasi tidak ada korban kecelakaan yang meninggal dunia,” katanya.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Anang Tri Nuviyan, mengatakan ada delapan sasaran yang dilakukan mulai dari penggunaan sirine tak sesuai peruntukan, angkutan barang mengangkut penumpang, pengendara di bawah umur. Selain itu ada juga razia pengendara yang mabuk minuman keras, melawan arus, tidak menggunakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm hingga melewati batas kecepatan berkendara. “Kalau ada yang melanggar maka kami tindak sehingga banyak yang ditilang,” katanya.

Menurut Anang, Operasi Patuh Progo 2019 yang digelar secara serentak diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul. “Harapannya setelag operasi para pengendara bisa tertib dan menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas,” katanya.