Dua Orang Ditembak di Leher saat Melintasi Area Jalan Kusumanegera Jogja

Ilustrasi penembakan. - JIBI
20 September 2019 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dua pengendara motor menjadi korban penembakan menggunakan airgun oleh orang tak dikenal, di sekitar Jalan Kusumanegara pada Kamis (19/9/2019) dini hari. Sampai saat ini pelaku sebanyak dua orang belum tertangkap dan masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo, menuturkan penembakan pertama terjadi di Jalan Cendana, tepatnya di timur Gedung Keuangan, sekotar pukul 00.20 WIB. Korban bernama Thomas Wisnu, mahasiswa asal Wonogiri. Sedangkan pelaku dua orang menaiki motor Honda Beat.

Kejadian berawal ketika korban bersama temannya sedang mengisi bensin di SPBU Pakualaman. Saat keluar dari SPBU, korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku. "Karena takut terjadi sesuatu korban tetap melaju dan berbelok ke arah Jalan Cendana," ujar Kompol Alaal.

Setelah berbelok ternyata pelaku masih mengikuti korban dan tiba-tiba mengacungkan airgun. Pelaku menanyai korban kenapa melotot dan langsung menembak korban tepat di lehernya. Gotri pun bersarang di leher korban, dan pelaku berbalik ke Jalan Kusumanegara.

Pada hari yang sama sekitar pukul 00.30 WIB kembali terjadi penembakan di simpang Jalan Kerto, tepatnya barat SGM. Penembakan masih menggunakan airgun dengan peluru gotri yang juga ditembakkan tepat di leher korban.

Korban bernama Triwanto, laki-laki asal Kulonprogo. Kejadian bermula saat korban sedang mengendarai motornya bersama seorang teman di Jalan Kusumanegara ke arah timur. Sampai di simpang Jalan Kerto korban dipepet pelaku dan langsung ditembak di bagian leher.

Setelah menembak, pelaku langsung kabur ke arab timur. "Korban bersama temannya lalu balik ke barat, arah Jalan Tut Harsono. Sampai di depan Damkar Kota Jogja, korban dan saksi minta tolong kepada petugas Damkar yang sedang piket," katanya.

Petugas Damkar lalu membawa korban ke Rumah Sakit terdekat, yakni Happy Land, yang kemudian dirujuk ke RS Bethesda guna penanganan lebih lanjut. Identitas pelaku belum diketahui, nopol motornya juga tidak termonitor.