Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival Diadakan untuk Gaet Wisatawan

Pelaksanaan WICSF 2019 di Alun-alun Plaza Ambarrukmo, Sleman, Jumat (27/9/2019) petang. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
30 September 2019 07:57 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pariwisata menjadi roda penggerak perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di dalam pariwisata, keragaman kuliner yang ada menjadi salah satu daya tarik. Daya tarik inilah yang dikemas Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY untuk mendatangkan lebih banyak wisawatan.

Upaya yang dilakukan APPBI DIY, salah satunya dengan menggelar Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) 2019. Ketua APPBI DIY, Surya Ananta,  mengungkapkan event ini sudah rutin digelar dan gelaran kali ini merupakan yang keempat kalinya. Perhelatan keempat ini digelar mulai 27 September hingga 27 Oktober 2019.

"Acara ini hasil kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan kami berusaha menjaga konsistensi sehingga bisa menjadi event yang dinantikan masyarakat dan wisatawan," katanya saat ditemui Harian Jogja di sela-sela pembukaan WICSF 2109 di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, Jumat (27/9) petang.

Ia menjelaskan dalam penyelenggaraan ini APPBI DIY harus menjaga animo, baik penyelenggaraan dan masyarakat. Event ini harus berjalan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak menyedot pengunjung. "Selama penyelenggaraan dari yang pertama tampak ada perkembangan yang bagus. Tingkat kunjungan juga meningkat. Di Plaza Ambarrukmo naik lma hingga tujuh persen," kata dia.

Selain mendorong pariwisata event ini juga bertujuan untuk mengangkat potensi UMKM yang ada di DIY. Penyelenggaraan WICSF dilakukan secara estafet di delapan mal yang ada di DIY. Jenis kuliner yang disajikan juga beragam mulai dari makanan tradisional hingga modern. "Ini merupakan salah satu peran APPBI untuk mendukung pariwisata dan mendorong perekonomian di DIY," kata dia.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengaku mendukung berbagai event yang bisa mempromosikan potensi yang ada untuk menarik wisatawan berkunjung. Ia mengungkapkan potensi wisata di Sleman setiap tahun juga naik"Pertumbuhan pariwisata dari 2017 ke 2018 tercatat naik 18 persen. Ketika kami bicara pariwisata, kami juga bicara kuliner. Kalau wisata naik, kuliner juga naik karena itu kebutuhan wisatawan," kata dia.

Sri Purnomo menjelaskan kuliner di Sleman beragam dan tersebar di semua wilayah baik yang berdiri sendiri maupun terkumpul menjadi satu di suatu kawasan. Keragaman kuliner ini juga mendorong wisatawan untuk semakin betah ketika berkunjung di Sleman. Tak jarang wisatawan datang khusus untuk mencicipi kuliner yang terkenal di Sleman. "Dengan adanya acara seperti WICSF sangat bagus untuk meningkatkan kunjungan dan akhirnya meningkatkan daya beli masyarakat," kata dia.

Ia mengapresiasi peran swasta yang ikut aktif meningkatkan pariwisata di DIY, khususnya Sleman. Pemkab Sleman aktif menggelar acara rutin dan promosi untuk menggaet wisatawan. "Tahun ini kami menargetkan ada 10 juta kunjungan wisatawan di destinasi wisata di Sleman. Kami juga mendorong agar wisatawan mancanegara juga bertambah. Event seperti ini salah satu pendorongnya," kata dia.