Alasan Siswa SMK Ikut #GejayanMemanggil Jilid II: Ini Semua Tidak Adil

Deretan siswa STM yang ikut aksi di GejayanMemanggil Jilid II, Senin (30/9/2019). - Harian Jogja/Adit Bambang Setyawan
30 September 2019 14:47 WIB Adit Bambang Setyawan (M128) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Ada perbedaan dalam aksi #Gejayanmemanggil Jilid II pada Senin (30/9/2019). Banyak siswa SMK yang ikut serta dalam aksi siang ini.

Walaupun sudah diberi larangan dari sekolah untuk tidak ikut aksi #Gejayanmemanggil jilid 2, beberapa siswa SMK masih tetap ikut bergabung dalam gerakan ini. Mereka mulai long march dari bundaran UGM dan sampai di pertigaan Jl. Colombo, Gejayan, Yogyakarta.

Para peserta sampai di pusat aksi pukul 14.00 WIB. Para siswa tampak ikut membawa tulisan-tulisan yang menyuarakan tuntutan mereka.

Ketika ditanya, salah satu peserta itu mengaku walaupun sudah dilarang tapi mereka ingin bergabung dalam aksi ini. Mereka juga ingin menyuarakan suara mereka bersama para mahasiswa dan rakyat.

Para siswa memilih untuk membolos dan tidak ikut dalam kegiatan belajar mengajar disekolahnya.

"Walaupun sudah dilarang kepala sekolah kami tetap ikut, kami bolos hari ini," kata Ryan siswa SMK swasta di Jogja.

Mereka ikut menyuarakan aksi ini karena menurut mereka ada yang tidak adil. "Alasan saya ikut demo ini, ya karena saya merasa ini semua tidak adil," kata Miftah, seorang siswa SMK negeri di Bantul.