Lonjakan Wisata Gunungkidul, PAD Nyaris Rp2 Miliar dari Libur Panjang
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Suharno/Ist-Dok Pribadi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Politikus Nasdem Gunungkidul, Suharno, menyatakan kesediaannya untuk maju meramaikan bursa calon kepala daerah di 2020. Meski demikian, untuk keputusan maju sangat bergantung dengan keputusan partai.
“Ya kalau disuruh, saya siap, tapi kalau tidak juga bukan masalah,” kata Suharno kepada wartawan, Senin (30/9/2019).
Menurut dia, untuk saat ini Partai Nasdem sedang melakukan penjaringan dan ini terbuka untuk umum, baik internal maupun luar partai. Rencananya pendaftaran calon kepala daerah akan dibuka hingga 23 Oktober mendatang. Diakuinya hingga saat ini sudah ada bakal calon yang mendaftar.
Meski demikian, Suharno belum mau menyebutkan siapa saja yang mendaftar. “Masih proses dan nanti akan diumumkan,” katanya.
Ditambahkannya, untuk Pilkada 2020, Nasdem bisa mengusung calon sendiri karena memiliki sembilan wakil di DPRD. Meski demikian, partainya tidak ingin jemawa dengan tetap membuka pintu koalisi dengan partai lain. “Komunikasi terus kita jalin dan untuk koalisi dibuka pintu yang selebar-lebarnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang dorong kunjungan wisata Gunungkidul tembus 156 ribu orang, didominasi pantai, PAD hampir Rp2 miliar.
Istana membantah isu pengunduran diri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menegaskan belum ada rencana pergantian Menkeu.
Terapi kanker kini makin presisi. Tes genetik dan teknologi NGS membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker.
KPK mengungkap GST memakai rekening nomine untuk menampung uang hasil dugaan pemerasan pengurusan KITAS dan KITAP warga negara asing.
DPMPTSP Kota Jogja mempermudah pengurusan PBG melalui konsultasi online, layanan tatap muka, dan Bazar Reaksi Cepat PBG.
Menag Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekosistem halal di Yogyakarta yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi menuju peradaban global.