Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat
Liverpool buru pelatih baru usai pecat Arne Slot. Andoni Iraola jadi kandidat terkuat jelang pramusim 2026.
Para Komisioner KPU DIY menunjukkan lima penghargaan dari KPU RI terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019, Selasa (1/10/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan Pilkada serentak pada 2020 di tiga kabupaten berbeda (Sleman, Bantul dan Gunungkidul) dinilai sudah siap. Hal ini seiring dengan selesainya fasilitasi anggaran berupa Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Komisioner KPU DIY Divisi Teknis Penyelenggaraan Wawan Budiyanto mengatakan pelaksanaan Pilkada 2020 di tiga kabupaten masih ditanggung oleh APBD. Proses administrasi terkait dengan penggunaan APBD dalam bentuk hibah pun dinilai sudah selesai.
"Sesuai aturan, penyelenggaraan Pilkada dibiayai melalui APBD. Kami bersyukur penandatanganan NPHD sudah selesai. Artinya, fase awal penyelenggaraan Pilkada 2020 sudah bisa dilakukan," katanya saat jumpa pers, Selasa (1/10/2019).
Mantan Ketua KPU Kota Jogja itu menjelaskan kebutuhan anggaran Pilkada di masing-masing daerah berbeda. Kondisi tersebut salah satunya tergantung dari jumlah pemilih dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan.
Anggaran tertinggi, kata dia, adalah dari KPU Gunungkidul yang mencapai Rp27,7 miliar, disusul Sleman (Rp25,1 miliar) dan Bantul (Rp21,5 miliar). "Dana hibah dari APBD ini dicairkan dalam tahun 2019/2020. Kami akan terus melakukan asistensi agar semua tahapan bisa berjalan sesuai jadwal sehingga pelaksanaan pilkada berjalan lancar," ucap Wawan.
Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menjelaskan tahapan terdekat dalam pelaksanaan Pilkada adalah persiapan bagi calon perseorangan untuk mencari dukungan. Dia berharap masing masing KPU segera melakukan sosialisasi. "Sosialisasi ini penting dikarenakan ada formulir khusus bagi calon yang maju perseorangan. Seperti form dukungan. Mulai bulan depan, bentuk dukungan itu pun sudah bisa dikumpulkan ke KPU untuk proses verifikasi," paparnya.
KPU DIY optimistis penyelenggaraan Pilkada serentak tahun depan dapat berjalan dengan lebih demokratis. Hal ini seiring dengan capaian kinerja selama pelaksanaan Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres di mana DIY menjadi daerah yang dinilai sangat demokratis.
"Untuk teknis pelaksanaan Pilkada tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2019. Hasil evaluasi Pemilu kemarin bisa diperbaiki untuk Pilkada tahun depan," katanya.
KPU DIY, lanjut Hamdan, berhasil memborong penghargaan yang diterima dari KPU RI dalam agenda konsolidasi nasional pada 23 September 2019 lalu. Ada lima penghargaan yang diperoleh, masing-masing ialah peringkat pertama penyelenggaraan pemilu berintegritas; peringkat pertama transparansi informasi; peringkat pertama pemilu akses; peringkat pertama KPU inovatif dan profesional; dan peringkat kedua iklan layanan masyarakat yang kreatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Liverpool buru pelatih baru usai pecat Arne Slot. Andoni Iraola jadi kandidat terkuat jelang pramusim 2026.
Kemdiktisaintek usut dugaan fabrikasi riset WNI di konferensi internasional Denmark. Citra akademisi Indonesia terancam.
Pemerintah revisi aturan PPh UMKM 0,5 persen lewat PP 20/2026. Akses dipersempit, profesi tertentu tak lagi dapat fasilitas.
Kementan siapkan Dapur Susu Indonesia untuk dukung program MBG. Serap susu peternak lokal dan kurangi impor.
Satgas Haji ungkap 59 kasus hingga Mei 2026. Sebanyak 550 jamaah jadi korban dengan kerugian Rp21,7 miliar. Waspadai haji ilegal.
. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari dunia jurnalistik sekaligus mengetahui perkembangan industri media di era digital.