Operasional Sumur Bor Disetop, 3 Dusun di Sleman Krisis Air Bersih

Ilustrasi sumur bor. - Harian Jogja/David Kurniawan
03 Oktober 2019 14:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Operasional sumur bor di Dusun Bleber Lor, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan terganggu. Akibatnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengedrop air bersih ke tiga dusun di Desa Sumberharjo selama kemarau tahun ini.

Ketiga dusun di Desa Sumberharjo yang terdampak rusaknya sumur bor itu adalah Dusun Dayakan, Gamparan dan Sengir. Kepala Desa Sumberharjo, Lekta Manuri mengatakan terganggunya operasional sumur bor tersebut dikarenakan proses perbaikan.

Menurutnya, pompa-pompa di sumur itu sudah harus dibenahi karena performanya menurun. "Sudah 15 tahun usianya. Karena alatnya lama, jadi ada penyusutan, mengurangi produktifitas dan terjadi penurunan performa," kata Lekta, Rabu (2/10/2019).

Dia berharap selesai sumur bor diperbaiki, dia sekaligus memperbaiki juga tata kelolanya. Sumur bor tersebut berfungsi memenuhi kebutuhan warga di beberapa dusun di atas Pedukuhan Bleber, Desa Sumberharjo. "Maka kami perbaiki sekalian pengelolaannya. Kami kelola dengan masyarakat. Ini hanya penataan agar nanti lebih baik lagi," kata Lekta.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan gangguan operasional tersebut tidak semata-mata karena perbaikan, namun juga lantaran warga Dusun Bleber Lor tidak menghendaki adanya sumur bor itu. Mereka menganggap, sumur bor itu menyebabkan berkurangnya ketersediaan air sumur.

"Akibat operasional sumur bor di Bleber terganggu, kami menyiapkan droping untuk beberapa dusun terdampak. Posisinya ada di Dusun Dayakan, Gamparan dan Sengir. Kami isi bak induk sistem jaringan dengan kapasitas 100 meter kubik," ungkap Makwan.

Ia menjelaskan selain tiga dusun di Desa Sumberharjo, terganggunya operasional sumur bor juga berdampak pada satu dusun di desa lain, yaitu di Dusun Watukangsi, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan. Namun, karena Dusun Watukangsi sudah mendapat air dari saluran di Dusun Grogol, Sumberharjo maka BPBD tidak membantu droping air di Dusun Watukangsi.

Dia memperkirakan ada sekitar 250 KK yang terdampak akibat terganggunya operasional sumur bor di Bleber. BPBD Sleman kemudian menyalurkan air bersih untuk keperluan warga terdampak sebanyak 20 tangki per harinya. “Pengedropan air mungkin dilakukan sampai ada hujan,” ucap dia.