Tiga Pahlawan Senyum FKG UGM Peduli Kesehatan Gigi Anak lewat Dokegi

Para pahlawan senyum Aulia Ayub, Himma Aflakhassifa dan Kukuh Eko Prabowo saat mengenalkan Pop-Up Dokegi kepada Pers di Gedung OECF lantai dua FKG UGM, Rabu, (2/10/2019). - Harian Jogja/Adit Bambang Setyawan
04 Oktober 2019 07:47 WIB Adit Bambang Setyawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Berawal dari keresahan mengenai tingginya permasalahan gigi dan mulut di Indonesia dan masih banyak masyarakat indonesia belum sadar mengenai pentingnya merawat kesehatan gigi, tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mengembangkan konsep edukasi melalui dongeng.

Hal ini bertujuan menanamkan kebiasaan baik sejak dini, dengan cara yang menyenangkan. Sebagai media pendukung tiga pahlawan senyum membuat media edukasi kreatif yang diaplikasikan melalui buku dongeng berkonsep pop-up Konsep tersebut disusun dari akhir Bulan Juli.

Tiga Pahlawan Senyum tersebut adalah Aulia Ayub, Himma Aflakhassifa dan Kukuh Eko Prabowo. Ketiganya merupakan mahasiswa FKG UGM angkatan 2015 yang selain kuliah juga aktif dalam berbagai macam kegiatan kampus. Semua memiliki tujuan yang sama yakni ingin berkontribusi untuk melindungi senyum indonesia melalui berbgai macam kegiatan.

Trio Pahlawan senyum telah mengembangkan konsep edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui dongeng. Tujuannya, dongeng mereka bisa menanamkan kebiasaan baik sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Menurut mereka, edukasi yang disampaikan dalam bentuk buku dongen akan lebih mudah diingat dan tertanam pada anak-anak. Apalagi buku dongeng yang mereka buat berkonsep pop-up.

"Menurut kami, dongeng adalah media edukasi yang sangat efektif. Karena, anak-anak sebelum tidur biasanya dibacakan cerita. Nah, dalam dongeng ini mengandung informasi dan edukasi tentang gigi," kata Aulia Ayub Mahasiswa FKG UGM, Rabu (2/10/2019) dalam jumpa pers.

Ketika informasi dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut sudah tertanam, anak-anak akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik anak-anak menjaga kesehatan gigi, berapa banyak sikat gigi dalam sehari diwaktu yang tepat, dan kapan waktu pergi ke dokter gigi untuk periksa.

Selain itu, trio pahlawan senyum sengaja membuat konsep buku dongengnya berbentuk pop-up agar anak-anak tidak terkesan seperti membaca buku dongeng biasa. Mereka berusaha menarik perhatian anak-anak milenial agar terdorong membaca informasi dalam buku dongeng pop-up tersebut.

Mereka menganggap jika hanya dongeng saja akan sedikit membosankan dan tidak akan jadi menarik. Dengan pop-up anak-anak akan lebih tertarik, sehingga informasi di dalam dongeng ini akan lebih mudah dircerna dan diingat.

Program yang sudah dibuat oleh tiga mahasiswa FKG UGM dengan nama Dokegi ini mendapat respons sangat positif dari guru dan anak-anak PAUD yang menjadi sasaran mereka. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami tentang pentingnya perawatan gigi dan mulut untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dalam Jumpa pers  di Gedung OECF lantai dua FKG UGM, Himma Aflakhassifa juga sempat menceritakan pengalaman mereka ketika mengedukasi anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut menggunakan pop-up tersebut di salah satu TPA di Yogyakarta.

"Anak-anaknya sangat antusias, rebutan sih karena sangat tertarik dengan dongengnya. Setelah pembacaan dongeng kita sempat buat pertanyaan dan mereka bisa menjawabnya. Artinya, mereka benar-benar menangkap dengan informasi di dalam buku dongeng ini," Kata Himma Aflakhassifa.

Dengan melihat antusias dari anak-anak, dan ketika membaca setiap informasi yang ditulis dalam dongeng pop-up mereka, hima dan dua temannya juga sudah memastikan bahwa anak-anak benar-benar menangkap informasi yang ada dalam buku tersebut.

Para Pahlawan senyum memiliki tantangan tersendiri mengenai segi jumlah pop-up. Karena pop-up yang mereka miliki baru sedikit, ketika digunakan untuk diaplikasikan keanak-anak masih sangat kurung karena satu buku biasanya hanya cukup untuk lima sampai tujuh orang saja. Jadi tantangannya adalah untuk cetak buku lebih banyak lagi. Mereka juga berencana akan memproduksi Pop-up secara masal dan akan membentuk team untuk pengaplikasian terhadap anak.

Harapannya mereka ingin berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak. Karena mereka yakin karya mereka sangat Hiperaktif dan akan berguna untuk memajukan kemajuan bangsa dalam konteks kesehatan gigi dan mulut.

Agenda terdekat yang mereka akan lakukan yakni tanggal 25 samapi 28 Oktober akan melakukan edukasi untuk anak-anak daerah Sumba dengan Dongeng Kesehatan Gigi (DOKEGI).

Selain itu Trio Pahlawan gigi berharap Dongeng pop-up tentang kesehatan gigi dan mulut ini bisa diproduksi lebih banyak sesuai dengan kultur daerah masing-masing. Dengan begitu, konsep buku dongeng sesua kultur itu akan menjadikan ketertarikan lebih bagi anak-anak karena lebih dekat dan relevan dan anak-anak akan berfikir bahwa didalam doneng tersebut ibarat mereka sendiri.