Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Muslim United menggelar acara tablig akbar di Masjid Ghede Kauman Kota Jogja, Jumat (11/10/2019) siang. Harian Jogja/Tuti Wahyuni (M131)
Harianjogja.com,JOGJA- Meski ditolak oleh Kraton Jogja, acara Muslim united tetap digelar di Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja pada Jumat (11/10/2019). Ratusan orang mendatangi acara ini untuk mengikuti tablig akbar.
Acara yang bakal digelar hingga Minggu (13/10/2019) menghadirkan sejumlah penceramah kondang seperti Ustaz Abdul Somad (UAS), Felix Siauw dan sejumlah tokoh agama lainnya.
Salah satu peserta acara Juliansah mengaku datang ke acara Muslim United untuk mengikuti pengajian. "Niatnya kan baik ke sini mau ikut pengajian," kata mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jogja itu, ditemui Jumat.
Ia pun berharap, kegiatan tersebut seperti tablig akbar tidak memuat konten ceramah yang berbau politik dan radikal atau mengundang kontroversial. "Sejauh ini isi ceramahnya belum ada yang memprovokasi atau radikal tapi enggak tahu kalau nanti," kata dia.
Peserta lainnya Della mengatakan tertarik mendalami Islam sehingga hadir di acara tersebut. “Mau belajar dan mendalami tentang Islam,” ungkap Della.
“Kalau urusan dilarang atau ditolak keraton itu kan urusan panitia bukan kami. Kami kan di sini cuma mau manambah ilmu tentang agama," tuturnya.
Pantauan Harianjogja.com, acara mulai berlangsung pada pukul 10.30 WIB di dalam masjid dengan menghadirkan pembicara. Salah satunya Sherly Annavita Rahmi.
Ayu, salah satu panitia acara Muslim United mengatakan tak masalah ada penolakan dari Kraton Jogja. "Ya namanya berdakwah, pasti ada saja hambatannya,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Jumat siang.
Menurut dia, semua pembicara kemungkinan bakal hadir di acara yang menyajikan dakwah dari berbagai tokoh agama Islam itu. "Insyaallah seluruh pemateri akan hadir,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.