Ditanya soal Apa Tindakan terhadap Muslim United yang Ditolak Kraton, Polisi Polda DIY Bungkam

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 Oktober 2019 22:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Polisi memastikan acara Muslim United yang berlangsung mulai Jumat (11/10/2019) hingga Minggu (13/10/2019) tidak mendapatkan izin. Namun polisi bungkam saat ditanya tindakan apa yang akan dilakukan kepada acara yang mengundnag sjeumlah penceramah kontroversial tersebut.

Acara yang digelar di Masjid Gedhe Kauman tersebut juga ditolak Kraton Jogja. Raja Kraton Jogja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan HB X bahkan menyerahkan persoalan tersebut ke polisi karena panitia acara tetap ngotot menggelar acara di Masjid Gedhe Kauman.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan izin dari polisi terkait acara Muslim United tidak sama sekali diberikan. "Sampai saat ini baik Polsek, Polresta, maupun Polda DIY belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan ijin kegiatan itu (Muslim United)," jelasnya pada Jumat (11/10/2019).

Ia menerangkan, sebelum mengajukan surat pemberitahuan ataupun permohonan izin pada kepolisian, harusnya panitia terlebih dahulu mendapatkan izin tempat. "Polisi pun ketika akan memberikan izin harus berdasarkan izin dari yang berwenang dengan penggunaan tempat acara. Dalam hal ini polisi belum menerima izin penggunaan tempat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton," tutur Yuli.

Namun, Yulianto bungkam saat ditanya tindakan apa yang akan dilakukan polisi terhadap kegiatan yang tak berizin dan ditolak oleh Kraton Jogja tersebut. Yulianto bahkan mematikan telepon saat ditanya mengenai hal tersebut. Ia juga tidak menjawab pesan yang ditujukan kepadanya.

Seperti diketahui acara tablig akbar dan ekspo tersebut dijadwalkan mengundang sejumlah penceramah yang di antaranya kontroversial seperti Ustaz Abdul Somad dan Felix Siauw.