Google Investasikan 15 Miliar Dlar AS untuk Perkuat AI di Finlandia
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya (tiga dari kanan) menunjukkan barang bukti hasil penangkapan dua pelaku pembobol kamar indekos di Mapolres Bantul, Rabu (16/10/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Bermodal rekaman di Closed Circuit Television (CCTV), dua pencuri laptop asal Indramayu, Jawa Barat, berhasil dibekuk petugas Polres Bantul. Bahkan salah satu tersangka terpaksa ditembak polisi lantaran berusaha melawan petugas.
Kasatreskrim Polres Bantul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Riko Sanjaya mengatakan pencurian itu dilakukan kedua pemuda yang berinisial WH, 31 dan DS, 27, di sebuah kamar indekos yang berada di kawasan Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Senin (2/10/2019) lalu sekitar pukul 09.30 WIB. Saat kejadian, korban yang bernama Habiburohman (31), seorang mahasiswa asal Kalimantan Timur, tengah berada di kampus.
Ketika kembali ke kamar indekosnya, dia pun terkejut lantaran pintu kamarnya sudah dalam keadaan terbuka. “Padahal waktu berangkat, korban yakin telah mengunci pintu. Korban baru sadar kehilangan laptop setelah ada dua temannya yang menanyakan apakah ada barang yang hilang. Barulah korban sadar kalau laptopnya hilang,” katanya dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (16/10/2019).
Setelah menerima laporan dari korban, imbuh AKP Riko, petugas Polres Bantul pun segera menyelidiki kasus tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mencermati rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. “Dari situ [rekaman CCTV], kami menemukan ciri-ciri pelaku dan segera melakukan penangkapan. Tim kami berhasil menangkap kedua pelaku di Jalan Magelang yang hendak pulang ke tempat tinggal sementaranya,” ucap Riko.
Saat penangkapan, salah satu tersangka, yakni WS melawan petugas. Akibatnya, lutut kirinya pun terpaksa ditembus timah panas petugas.
Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan sebuah laptop, empat renteng kunci duplikat yang digunakan untuk membobol kamar korban dan juga satu unit sepeda motor Honda Vario.
Riko menjelaskan dalam aksinya, kedua pelaku tersebut berbagi peran, yakni WS berperan sebagai eksekutor, sedangkan DS berperan sebagai joki yang menuggu serta mengamati keadaan sekitar dari atas sepeda motor.
Selain itu, Riko menambahkan keduanya sudah beraksi selama sepekan di Bantul. Di Kecamatan Kasihan, mereka sudah dua kali beraksi, Banguntapan satu kali, dan Sedayu satu kali. “Semuanya menyasar kamar indekos. Keduanya hanya bermodal puluhan kunci duplikat untuk membuka kamar kos," kata Riko.
Saat ini polisi masih memburu satu lagi pelaku berinisial D yang merupakan saudara kembar dari DS.
Salah satu pelaku, WH, mengaku uang hasil mencuri digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan sebagai tukang ojek tidak mencukupi. Barang-barang hasil curian dibawa ke Indramayu untuk dijual. "Dalam sehari, kalau berhasil bisa dapat Rp1 juta sampai Rp2 juta," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.