Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Kasatreskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya (tiga dari kanan) menunjukkan barang bukti hasil penangkapan dua pelaku pembobol kamar indekos di Mapolres Bantul, Rabu (16/10/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL—Bermodal rekaman di Closed Circuit Television (CCTV), dua pencuri laptop asal Indramayu, Jawa Barat, berhasil dibekuk petugas Polres Bantul. Bahkan salah satu tersangka terpaksa ditembak polisi lantaran berusaha melawan petugas.
Kasatreskrim Polres Bantul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Riko Sanjaya mengatakan pencurian itu dilakukan kedua pemuda yang berinisial WH, 31 dan DS, 27, di sebuah kamar indekos yang berada di kawasan Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Senin (2/10/2019) lalu sekitar pukul 09.30 WIB. Saat kejadian, korban yang bernama Habiburohman (31), seorang mahasiswa asal Kalimantan Timur, tengah berada di kampus.
Ketika kembali ke kamar indekosnya, dia pun terkejut lantaran pintu kamarnya sudah dalam keadaan terbuka. “Padahal waktu berangkat, korban yakin telah mengunci pintu. Korban baru sadar kehilangan laptop setelah ada dua temannya yang menanyakan apakah ada barang yang hilang. Barulah korban sadar kalau laptopnya hilang,” katanya dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (16/10/2019).
Setelah menerima laporan dari korban, imbuh AKP Riko, petugas Polres Bantul pun segera menyelidiki kasus tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mencermati rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. “Dari situ [rekaman CCTV], kami menemukan ciri-ciri pelaku dan segera melakukan penangkapan. Tim kami berhasil menangkap kedua pelaku di Jalan Magelang yang hendak pulang ke tempat tinggal sementaranya,” ucap Riko.
Saat penangkapan, salah satu tersangka, yakni WS melawan petugas. Akibatnya, lutut kirinya pun terpaksa ditembus timah panas petugas.
Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan sebuah laptop, empat renteng kunci duplikat yang digunakan untuk membobol kamar korban dan juga satu unit sepeda motor Honda Vario.
Riko menjelaskan dalam aksinya, kedua pelaku tersebut berbagi peran, yakni WS berperan sebagai eksekutor, sedangkan DS berperan sebagai joki yang menuggu serta mengamati keadaan sekitar dari atas sepeda motor.
Selain itu, Riko menambahkan keduanya sudah beraksi selama sepekan di Bantul. Di Kecamatan Kasihan, mereka sudah dua kali beraksi, Banguntapan satu kali, dan Sedayu satu kali. “Semuanya menyasar kamar indekos. Keduanya hanya bermodal puluhan kunci duplikat untuk membuka kamar kos," kata Riko.
Saat ini polisi masih memburu satu lagi pelaku berinisial D yang merupakan saudara kembar dari DS.
Salah satu pelaku, WH, mengaku uang hasil mencuri digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan sebagai tukang ojek tidak mencukupi. Barang-barang hasil curian dibawa ke Indramayu untuk dijual. "Dalam sehari, kalau berhasil bisa dapat Rp1 juta sampai Rp2 juta," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap alasan Revaldo kembali mengonsumsi narkoba setelah tiga kali tersandung kasus serupa.
BNPB melakukan survei udara untuk memetakan dampak gempa NTT magnitudo 7,7 dan menemukan landaan tsunami di dua titik.
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
BI menyebut Kartu Kredit Indonesia atau KKI menjadi alternatif pembayaran digital dengan fasilitas penundaan pembayaran sesuai jatuh tempo.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.