Kualitas Kampung Wisata Terus Digenjot

Pengelola kampung wisata mengikuti kelas Bahasa Inggris dalam Pendampingan Kampung Wisata Kota Jogja, di Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Jogja, Selasa (22/10/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
22 Oktober 2019 23:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna meningkatkan kapasitas pengelola kampung wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar Pendampingan Kampung Wisata Kota Jogja yang berlangsung di Kampung Wisata Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Jogja selama enam hari, yakni mulail Senin-Sabtu (21-26/10/2019).

Selain Rejowinangun, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa kampung wisata di sekitarnya, yakni Prenggan, Purbayan, Pandeyan dan Warungboto. Sejumlah materi yang diberikan di antaranya pelayanan homestay, produksi kuliner, bahasa inggris, kepemanduan dan lainnya.

Kasi Kelembagaan Dispar DIY, Sri Purwanti, menjelaskan selain di Kota Jogja, empat kabupaten lain juga mendapat pendampingan di desa wisata. "Kegiatan ini sudah yang keempat kalinya, bulan depan kami gelar di Bantul," ujarnya, Selasa (22/10/2019).

Dia mengatakan pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan kampung dan desa wisata di DIY. Ia melihat beberapa kampung dan desa wisata masih kurang maksimal dalam pengelolaan dan pemasaran, sehingga perlu pendampingan.

Pendampingan dilaksanakan selama enam hari dan diikuti sebanyak 80 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelas, yakni untuk pengelolaan, untuk homestay dan untuk kelompok pemasaran serta manajemen event. "Tetapi ada juga materi umum, semua kelas dapat, seperti misalnya Bahasa Inggris," katanya.

Terkait dengan materi, selain memberi materi dasar, dinasnya juga menyesuaikan dengan kebutuhan setiap kampung dan desa wisata. “Contohnya Kampung Wisata Nglangeran, di sana pengelola membutuhkan materi soal geopark, maka kami siapkan materi tentang geopark,” ucap dia.

Ketua Kampung Wisata Rejowinangun, Supriyana, mengatakan pendampingan sangat penting bagi pengelola kampung wisata karena banyak ilmu yang bisa didapat. "Pemasaran lewat teknologi informasi, Bahasa Inggris, kami serap untuk pengembangan kampung wisata," ujarnya.