PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Warga melihat kondisi kandang kambing yang berada di pinggir hutan/Dokumen
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak lima ekor kambing milik Karso Ngadiman, warga Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, ditemukan mati dengan kondisi perut robek di kandangnya, Selasa (22/10/2019) pagi. Diduga kematian ternak ini akibat serangan hewan liar.
Kepala Desa Sidoharjo, Evi Nurcahyani, mengatakan kematian lima ekor kambing itu diketahui Selasa pagi saat sang pemilik hendak memberikan pakan. Setibanya di kandang, Karso mendapati kambingnya sudah mati. “Dalam pemeriksaan ada bekas luka gigitan dan perut dalam kondisi robek,” kata Evi kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, belum diketahui secara pasti penyebab kematian ternak itu. Namun warga menduga serangan dilakukan oleh kawanan hewan liar yang kekurangan makanan saat kemarau. “Lokasi kandang berada di ladang. Jadi karena jauh dari rumah, maka tidak ada yang tahu kejadian pastinya,” katanya.
Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tepus, Setyowati, mengatakan jajarannya mendapatkan laporan terkait dengan serangan hewan liar di Dusun Pulegundes. Untuk memastikan penyebab kematian, tim dari Puskeswan Tepus mendatangi lokasi kejadian. “Kejadian di Pulegundes merupakan serangan pertama yang terjadi tahun ini,” katanya.
Menurut dia, serangan yang terjadi sama dengan terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Kambing mati karena gigitan seperti di leher dan bagian perut robek. “Sepertinya tidak mengincar daging karena dari luka tidak ada yang dimakan, kelihatannya lebih mengincar darah untuk diisap,” katanya.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Purwodadi, Suyanto, mengatakan untuk wilayahnya hingga saat ini belum ada serangan hewan liar. Nihilnya serangan tidak lepas dari antisipasi warga yang memindahkan ternak dari kawasan hutan ke rumah. “Tahun lalu ada sembilan ekor kambing yang mati, tapi untuk sekarang masih belum ada laporan,” kata Yanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Polisi selidiki penyebab kematian satu keluarga di tenda wisata Kledung Temanggung melalui uji toksikologi sampel makanan dan gas oleh Labfor Polda Jateng.
Jadwal lengkap Piala AFF U-19 2026 di Sumatera Utara. Simak jam tayang pertandingan Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam dan Myanmar di fase grup di sini.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 dikonversi ke waktu WIB. Simak jam tayang fase grup hingga final format baru 48 tim di AS, Meksiko, & Kanada di sini.